Anggaran Belanja dalam RAPBN 2018 Diusulkan Rp 2.204,4 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) mengucapkan selamat kepada anggota Paskibraka 2017 dalam upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, 15 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) mengucapkan selamat kepada anggota Paskibraka 2017 dalam upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, 15 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN 2018) dalam sidang paripurna DPR, Rabu, 16 Agustus 2017. Jokowi mengatakan RAPBN 2018, dengan anggaran belanja Rp 2.204,4 triliun, disusun sejalan dengan strategi kebijakan fiskal yang diarahkan untuk memperkuat stimulus fiskal.

    "Serta memantapkan daya tahan fiskal dan menjaga kesinambungan fiskal dengan fokus pada keadilan sosial," kata Jokowi di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

    Jokowi menuturkan  belanja negara pada 2018 direncanakan sebesar Rp 2.204,4 triliun. Belanja tersebut akan diarahkan untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan yang akan dilakukan melalui peningkatan efektivitas program perlindungan sosial serta penajaman belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

    Peningkatan efektivitas dan penguatan program-program perlindungan sosial, menurut Jokowi, dilakukan melalui perluasan cakupan sasaran penerima manfaat Program Keluarga Harapan menjadi 10 juta keluarga dan perluasan cakupan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan menjadi 92,4 juta orang.

    Dalam penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan dalam bentuk non tunai. "Untuk menjaga inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat, pemerintah juga tetap mengalokasikan subsidi BBM, listrik, pupuk, subsidi bunga untuk KUR dan perumahan, serta pelayanan publik," kata Jokowi

    Untuk meningkatkan akses pendidikan, ucap Jokowi, pemerintah akan melanjutkan kebijakan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjangkau 19,7 juta siswa dan pemberian beasiswa bidik misi kepada 401,5 ribu siswa. "Serta mengalokasikan bantuan operasional sekolah yang menjangkau 262,1 ribu sekolah umum dan madrasah."

    Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menurut Jokowi, pemerintah akan melakukan intervensi untuk mengurangi dampak kekurangan gizi kronis yang berakibat pada terjadinya stunting. "Program ini sangat penting untuk memperbaiki kualitas anak Indonesia ke depan sebagai investasi kita," katanya menjelaskan tentang anggaran belanja.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.