Kapal Pesiar Mewah Ini Bawa 60.000 Turis Asing ke RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua buah kapal yatch bersandar di dermaga Pantai Marina Batavia, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara (07/06). Sejumlah kapal pesiar akan mengikuti pameran eksklusif Indonesia Yatch Show pada 8-9 Juni 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    Dua buah kapal yatch bersandar di dermaga Pantai Marina Batavia, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara (07/06). Sejumlah kapal pesiar akan mengikuti pameran eksklusif Indonesia Yatch Show pada 8-9 Juni 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Princess Cruises, salah satu perusahaan kapal pesiar mewah, akan membawa lebih dari 60.000 wisatawan mancanegara untuk menikmati pesona alam dan budaya Indonesia.

    Selama musim berlayar 2017-2018, Princess Cruises  akan menawarkan rencana perjalanan seru ke Bali, Lombok, Pulau Komodo, Makassar, Semarang, dan Probolinggo. Namun Bali masih menjadi destinasi favorit dengan jumlah 20 kunjungan.

    "Princess Cruises terus berkomitmen untuk meningkatkan wisata bahari di Indonesia dengan mendedikasikan lima kapal pesiar yang memiliki 26 rencana pelayaran ke Tanah Air," kata Farriek Tawfik, Direktur Kawasan Asia Tenggara, Kamis 20 Juli 2017.

    Simak: Ini Alasan Turis Asing Lebih Tertarik Berwisata ke Bali

    Adapun kelima kapal pesiar yang memiliki perjalanan ke Indonesia adalah Sapphire Princess, Diamond Princess, Golden Princess, Sun Princess, dan Sea Princess.

    Mengutip data Cruise Line International Asssociation (CLIA), lebih dari 2 juta orang di Benua Asia berwisata pesiar pada 2015. Jumlah ini diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 4 juta pada 2020.

    Pada 2014, CLIA juga mencatat ada lebih dari 18.000 wisatawan kapal pesiar berasal dari Indonesia dan jumlah itu tumbuh dua kali lipat menjadi 40.000 pada 2015.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.