Data Ekonomi Diprediksi Sokong Penguatan IHSG Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indosurya Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan atau IHSG hari ini akan menguat di level 5.767-5.886. Kepala Riset William Surya Wijaya mengatakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi wajar pasca kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

    Penguatan IHSG didukung kuatnya fundamental perekonomian, yang terlihat dari rilis data perekonomian. Selain itu, pada awal semester II ini masih ada penantian terhadap laporan kinerja emiten selama semester I serta agenda pembagian dividen dari beberapa emiten. Hal ini diprediksi turut menopang pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

    Hari ini juga terdapat rilis data perekonomian perihal consumer confidence. Hal tersebut diprediksi akan memberi sinyal positif terhadap IHSG.

    Indosurya merekomendasikan beberapa saham, antara lain BBNI, ADHI, PGAS, HMSP, INDF, KAEF, SMCB, MYOR dan EXCL.

    Analisis berbeda diungkapkan Kresna Securities. Lembaga ini memprediksi IHSG masih kembali tertekan menjelang earning season 2017. Kresna Securities menyebutkan volatilitas pasar cenderung meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Meski demikian, mereka melihat IHSG masih berpotensi berkonsolidasi di kisaran 5.700-5.750.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.