Penerima Program Keluarga Harapan Bertambah Jadi 10 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan pendiri Tahir Foundation Dato Sri Tahir (kanan) menyepakati kerja sama pembangunan pusat penelitian dan pelayanan anak jalanan di Kementerian Sosial, Jakarta,  19 Mei 2017. Tempo/Aditya Budiman

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan pendiri Tahir Foundation Dato Sri Tahir (kanan) menyepakati kerja sama pembangunan pusat penelitian dan pelayanan anak jalanan di Kementerian Sosial, Jakarta, 19 Mei 2017. Tempo/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah memutuskan penerima kartu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 2018 sebanyak 10 juta. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan target tersebut sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sebelumnya.

    Baca: Salurkan Dana Keluarga Harapan, Khofifah: Jangan Buat Beli Pulsa

    Menurut Khofifah, pemerintah akan mengintegrasikan program PKH dengan subsidi elpiji, listrik, dan bantuan pangan. "Penerima rastra (beras sejahtera) yang belum terima PKH akan menambah jumlah subsidinya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Juni 2017.

    Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Khofifah menambah jumlah penerima kartu PKH untuk 2018. Sebelumnya, pemerintah menargetkan penerima PKH 2018 sebanyak 10 juta. Namun Jokowi ingin agar penerima PKH bertambah menjadi 15 juta.

    Lebih lanjut, untuk subsidi LPG, Khofifah mengatakan akan diputuskan pada Oktober nanti. Pembahasaan antara Presiden Jokowi dan beberapa menteri baru pada tahap pengintegrasian satu kartu.

    Baca: Khofifah: Warga Miskin Terima Bantuan Nontunai Senilai Rp 110 Ribu

    Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ikut hadir dalam pertemuan itu menyatakan masih harus menghitung lagi dampak dari integrasi program bantuan. Menurut dia, perlu ada kesiapan dari seluruh instansi dalam pelaksanaan integrasi program PKH. "Kami juga melihat outlook dari APBN Perubahan dikaitkan dengan perhitungan harga minyak dalam kalkulasi subsidi," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.