Ini Tips Memilih Hunian di Pinggiran Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemukiman padat penduduk dilihat dari atas di Jakarta, 15 Januari 2014. 2015, pemerintah menargetkan mampu membangun 334.000 hunian baru. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pemukiman padat penduduk dilihat dari atas di Jakarta, 15 Januari 2014. 2015, pemerintah menargetkan mampu membangun 334.000 hunian baru. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelas menengah produktif dinilai sangat perlu untuk mempertimbangkan akses transportasi, fasilitas dan peluang investasi di masa depan dalam pemilihan properti.

    Mengingat tingginya harga lahan di Jakarta dan terbatasnya lahan untuk hunian, salah satu jalan keluar yang bisa menjadi pilihan hunian masa kini adalah apartemen.

    Baca
    Film Silariang The Movie Akan Tayang Setelah Lebaran 2017
    Isi Ulang Uang Elektronik Bakal Kena Biaya

    Awing Priscilla, Chief Marketing Officer (CMO) Megakarya Propertyndo, memaparkan bahwa banyak peluang menarik bagi masyarakat yang dapat menyerap pasar apartemen di daerah pinggir Jakarta.

    Dia menambahkan, kendati berpeluang baik, masyarakat harus pintar dan cerdik melihat potensi apartemen itu sendiri. "Tak hanya melihat kondisi dan situasi saat ini yang masih dalam pengembangan, tetapi juga dengan melihat masa depan dari daerah itu sendiri," kata Awing melalui keterangan tertulis, Selasa, 6 Juni 2017.

    Awing mengatakan, pengembang akan memilih lokasi pembangunan harus yang memiliki nilai sunrise property. Hal ini juga, tuturnya, yang akan menguntungkan pembeli yang hendak berinvestasi.

    Adapun, Awing menyebutkan kategori sunrise property cukup beragam, yakni lokasi dekat dengan pembangunan infrastruktur dan jarak menuju pusat bisnis. Selain itu, kategori sunrise property adalah lokasi yang memiliki akses jalan yang sudah ada dan kedekatan dengan pusat bisnis atau industri yang sedang mengalami kemajuan.

    “Secara keseluruhan, lokasi menentukan pangsa pasar yang diinginkan dan besaran keuntungan yang hendak diraih,” ujar Awing.

    Dia menuturkan Cibinong adalah salah satu lokasi sunrise property, atau di sepanjang Jalan Tol Jagorawi yang menjadi penghubung Jakarta dengan Bogor. Pasalnya, pemerintah berencana memperlancar arus kendaraan di Tol Jagorawi, baik dari arah Jakarta menuju Ciawi maupun sebaliknya, dengan menonaktifkan Gerbang Tol (GT) Cibubur Utama dan Cimanggis Utama per 18 Juni 2017.

    Awing juga menambahkan, selain menjadi jalan penghubung ada dua alasan mengapa lokasi ini dikatakan sunrise property. “Lokasi ini cukup dekat dengan Jalan TB Simatupang, di mana sepanjang jalan tersebut terdapat perkantoran baik nasional maupun multinasional. Harga tanah di kawasan tersebut juga sudah terlampau tinggi, bisa mencapai lebih Rp 20 juta per meter persegi," kata Awing.

    Kedua, dia menyebutkan di sekitar Jagorawi juga terdapat lebih dari 90 perusahaan asing yang membutuhkan hunian yang dekat dengan tempat bekerja.

    Awing menjelaskan faktor berikutnya yang harus diperhatikan adalah mengenai kenaikan harga. Pembeli wajib mengetahui kapan apartemen tersebut dimulai dibangun dan kisaran harga awal hingga sampai waktu pembeli berkunjung ke apartemen tersebut.

    Awing menerangkan kenaikan yang signifikan terjadi pada Jakarta Pavilion Apartment. Pada awal peluncuran tahun lalu unit bedroom dibanderol Rp 160 juta dan kini mengalami kenaikan hingga hampir 100 persen menjadi Rp 300 juta.

    “Hal lain yang juga menarik adalah, di sepanjang jalan ini belum ada kompetitor lain yang menawarkan fasilitas yang serupa. Artinya, pembeli juga harus melihat peluang kompetitor. Kalau bisa terdapat sedikit kompetitor, atau bahkan tidak ada kompetitor sama sekali,” lanjutnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.