Ok Oce Stock Center, Sandiaga: Kami Target 5 Juta Investor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno saat menjawab pertanyaan wartawan di Graha Sucofindo, Pancoran, Jakarta Selatan, 4 Mei 2017. TEMPO/Irsyan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno saat menjawab pertanyaan wartawan di Graha Sucofindo, Pancoran, Jakarta Selatan, 4 Mei 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno mengatakan pembukaan Oke Oce Stock Center mendapat tanggapan yang positif. Galeri Bursa Efek Indonesia memperlihatkan kemungkinan bersinergi dengan Oke Oce Stock Center.

    "Kami targetkan meningkatkan investor dalam negeri yang di bawah satu persen," ujar Sandi di Graha Sucofindo, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu 4 Mei 2017.

    Sandi menyakini dalam waktu singkat dapat memenuhi target menjadi satu persen. Jumlahnya bisa 2,5 juta investor dalam negeri di pasar modal. Terus target besarnya di atas 2 persen atau sekitar 5 juta investor. "Negara lain malah sudah ada yang sampai 10 persen," katanya.

    Baca: Alasan Sandiaga Uno Luncurkan Oke Oce Stock Center

    Program pengembangan One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (Oke Oce) yaitu Oke Oce Stock Center diluncurkan di Bursa Efek Indonesia, 2 Juni 2017. Oke Oce Stock Center bekerja sama dengan PT MNC Securities untuk mengenalkan pasar modal kepada masyarakat.

    Di Indonesia, kata Sandi peningkatan target akan dimulai dari jakarta. Program Oke Oce telah dianggap gerakan yang sekarang sangat maasif di grass root. Pengenalan pasar modal itu yg terlemah justru diakar rumput. "Jadi sinergi dan kolaborasi ini diharapkan bisa menghasilkan sebuah perubahan yg signifikan dan fundamental untuk memasarkan pasar modal," katanya.

    Baca: Sandiaga Berencana Buat Aplikasi Oke Oce Stock Center

    Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Alpino Kianjaya, menyatakan siap membantu program Oke Oce Stock Center. "Program ini sangat positif," katanya.

    Menurut Alpino, jumlah masyarakat yang aktif di pasar modal masih minim. Jumlahnya hanya satu juta investor dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia. Dengan edukasi tentang pasar modal, dia berharap makin banyak masyarakat awam yang memahami investasi pasar modal.

    "Dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang terjebak investasi bodong," kata dia. Edukasi juga bisa memberikan informasi bahwa investasi pasar modal tak perlu dana besar.

    IRSYAN HASYIM | EA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.