Saham Wall Street Turun di Tengah Data Ekonomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wall Street. AP Photo/Frank Franklin II

    Wall Street. AP Photo/Frank Franklin II

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Selasa atau Rabu pagi WIB, 31 Mei 2017, karena para investor mencerna sejumlah data ekonomi terakhir dari negara tersebut.

    Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 50,8 poin atau 0,24 persen menjadi ditutup pada 21.029,47 poin. Indeks S&P 500 merosot 2,91 poin atau 0,12 persen menjadi berakhir di 2.412,91 poin, dan indeks komposit Nasdaq ditutup turun 7,00 poin atau 0,11 persen menjadi 6.203,19 poin.

    Pendapatan pribadi AS meningkat sebesar 0,4 persen pada April, menurut perkiraan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa, 31 Mei 2017, sesuai dengan ekspektasi pasar.

    Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve, naik 0,2 persen, lebih tinggi dari konsensus pasar untuk kenaikan 0,1 persen.

    Harga rumah AS sedikit meningkat di bawah ekspektasi untuk Maret, menurut data terbaru dari Indeks Harga Rumah Nasional AS S&P/Case-Shiller. Tapi keuntungannya cukup untuk mencapai level tertinggi dalam 33-bulan.

    Indeks Kepercayaan Konsumen dari The Conference Board, sebuah lembaga riset swasta terkemuka, berada di 117,9 pada Mei, turun dari 119,4 pada April dan tidak mencapai konsensus pasar 119,0.

    Selain itu, Presiden Fed Dallas, Robert Kaplan, mengatakan pada Selasa, 30 Mei 2017, bahwa dia melihat pertumbuhan ekonomi AS tetap mendekati dua persen dan bukan tiga persen atau lebih seperti perkiraan pemerintahan Trump.

    "Masalahnya adalah pertumbuhan angkatan kerja sangat lamban ... akan terus lamban dalam 10 tahun ke depan, karena populasinya menua dan pertumbuhan tenaga kerja sedang melambat," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.