Empat Perusahaan Mamin Raih Kontrak Potensial di Food West Africa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian Abdul Rochim didampingi oleh Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia Christopher Eve, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, Direktur SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Center dan Professor Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan  Fakultas Teknologi Pertanian IPB Nuri Andarwulan, dan Business Director UBM Asia (Thailand) Rungphech Chitanuwat berfoto bersama selesai membuka acara Food Ingredients 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran, 21 September 2106. TEMPO/Odelia

    Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian Abdul Rochim didampingi oleh Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia Christopher Eve, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, Direktur SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Center dan Professor Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB Nuri Andarwulan, dan Business Director UBM Asia (Thailand) Rungphech Chitanuwat berfoto bersama selesai membuka acara Food Ingredients 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran, 21 September 2106. TEMPO/Odelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat perusahaan makanan dan minuman asal Indonesia berhasil menarik minat pengunjung dan mendapatkan kontrak potensial senilai miliaran rupiah di Food West Africa 2017.

    Berdasarkan situs Kementerian Luar Negeri, Rabu, 24 Mei 2017, pameran terbesar bidang makanan dan minuman di Afrika Barat itu diikuti empat perusahaan Indonesia yakni PT Pronas, PT Kokola, PT Air Mancur, dan PT Kareem International.

    Melalui fasilitasi KBRI Abuja dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, keempat perusahaan Indonesia tersebut berhasil menarik minat para pengunjung pameran FWA yang berlangsung di Lagos pada 17-19 Mei 2017.

    Tercatat, per 23 Mei 2017, jumlah pemesanan dan kontrak potensial terhadap keempat perusahaan tersebut mencapai Rp37,7 miliar. Angka tersebut masih belum final dan masih dapat terus bertambah.

    Meski event FWA telah berakhir, para perwakilan keempat perusahaan tetap berada di Nigeria untuk melakukan sejumlah negosiasi dengan importir bidang makanan dan minuman.

    Adapun, produk Indonesia yang diminati dalam pameran tersebut antara lain produk herbal, daging olahan kemasan, biskuit, madu, dan minuman instan.

    Sebagai informasi, FWA 2017 diikuti oleh 150 exhibitors domestik dan internasional, serta dikunjungi sekitar 7.500 orang yang sebagian besar merupakan undangan dari kalangan importir.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.