Mudik Lebaran, Konsumsi Gasoline Diprediksi Naik 9,7 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik sepeda motor mengantri untuk mengisi BBM di SPBU 3441353, Karawang, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak dan elpiji selama lebaran tetap aman. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ratusan pemudik sepeda motor mengantri untuk mengisi BBM di SPBU 3441353, Karawang, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak dan elpiji selama lebaran tetap aman. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi gasoline pada arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan naik sebesar 9,7 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini berdasarkan tren konsumsi di Januari hingga Mei 2017.  Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan kenaikan konsumsi lazim terjadi karena perubahan pola mobilisasi selama mudik.

    Iskandar memprediksikan pada tahun ini kenaikan konsumsi gasolin termasuk premium, pertalite dan pertamax, menyentuh angka 9,7 persen selama kegiatan mudik.  Untuk mengantisipasi lonjakan volume konsumsi, stok sudah aman pada kisaran 20 hari.

    Berdasarkan data 21 Mei, stok premium sebesar 1,29 juta kilo liter (kl) atau aman untuk 24 hari. Sementara itu untuk pertamax sebesar 798.699 kl yang bisa menjamin kebutuhan selama 24 hari. Kemudian, pertalite sebesar 1,13 juta kl yang bisa memenuhi stok untuk 21 hari.

    “Prediksi berdasarkan tren penjualan dan realisasi Januari-Maret, konsumsi gasoline akan mengalami kenaikan 9,7 persen dibanding harian normal,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 22 Mei 2017.

    Iskandar menyebut beberapa wilayah yang menjadi titik kepadatan arus kendaraan akan naik konsumsinya. Di antaranya Jawa Tengah sebesar 25,8 persen, jalur Sumatera kenaikan tertinggi berada di Sumatera Barat dengan kenaikan 22,7 persen dan Lampung konsumsi naik 17 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.