Rumah DP 0 Rupiah di Ketapang Diluncurkan Jumat Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Undangan peluncuran rumah murah DP 0 rupiah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat, 26 Mei 2017.

    Undangan peluncuran rumah murah DP 0 rupiah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat, 26 Mei 2017.

    TEMPO.CO, Ketapang - Pengembang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memenuhi janjinya membangun rumah murah tanpa uang muka alias DP 0 rupiah. “Jumat ini insya Allah peletakan batu pertama,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang Joko Yuhono, Senin, 22 Mei 2017.

    Joko adalah pejabat yang berinisiatif membangun rumah murah tanpa uang muka. Ia menghubungi pengembang dan mengajak pemerintah daerah setempat mewujudkan rumah murah tersebut. Selama dua bulan, ia mematangkan usul tersebut. “Alhamdulillah, ada pengembang yang mau,” ujarnya.

    Sukiryanto, pemilik PT Kayung Usaha Properti, menyambut ajakan Joko. Ketua Real Estate Indonesia cabang Kalimantan Barat ini setuju membangun rumah murah tanpa DP. Selama dua bulan, ia membeli lahan sekitar 10 hektare di pusat Kota Ketapang senilai Rp 7 miliar.

    Baca: Kabupaten Ketapang Segera Bangun Rumah DP 0 Rupiah

    Di lahan tersebut akan dibangun perumahan Kayung Adhyaksa Residence. Nama itu diambil karena ide membangun perumahan ini datang dari Joko sebagai jaksa. “Izin-izin membangun sudah beres, termasuk skema kerja sama dengan Bank Kalbar,” kata Sukiryanto.

    Joko mengumpulkan para pejabat Kalimantan Barat untuk mewujudkan idenya tersebut. Ia menerjunkan tim untuk mengawal penerbitan izin mendirikan bangunan dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup Sukirno juga menyambut ide ini.

    Skema dalam pembelian rumah ini mengacu pada aturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2016. Dalam skema ini, APBN akan mensubsidi bunga pinjaman bank sebesar 5 persen dari total 13,75 persen. Sehingga pembeli rumah hanya akan mencicil Rp 1,5 juta per bulan selama 15 tahun atau Rp 1,2 juta selama 20 tahun.

    Menurut Sukiryanto, Bank Kalsel siap menjadi mitra dalam transaksi tersebut. Karena itu, untuk sementara, ia akan membangun 400 unit rumah untuk pegawai negeri sipil Kalimantan Barat yang berjumlah 8.000 orang.

    Berdasarkan aturan subsidi itu, pemerintah menetapkan harga rumah murah setiap provinsi. Untuk wilayah Kalimantan Barat, harganya berkisar Rp 121-140 juta. Sukiryanto akan menjualnya Rp 135 juta untuk rumah tipe 36/120. “Untuk saya, untungnya tak terlalu besar, mungkin hanya Rp 3-5 juta per rumah,” ucapnya.

    Baca: Skema Subsidi Bunga 5 Persen Flat 20 Tahun

    Sukiryanto menerima tawaran itu karena mengincar pusat bisnis di depan perumahan. Dari perhitungannya, pusat bisnis untuk toko dan perkantoran itu akan menguntungkan dari segi bisnis. Tawaran itu juga ia terima karena ada jaminan dari Joko dan pemerintah Kalimantan Barat dalam percepatan perizinan dan biaya normal sesuai dengan aturan.

    Bagi pengembang, kata dia, membangun rumah memakan biaya mahal karena perlu izin banyak tahap dan ongkos di sana-sini. Dengan jaminan biaya sesuai dengan aturan dan cepat, ia berani membangun rumah murah kendati untungnya tak seberapa. “Izin pendahuluan sedang dalam proses, sementara izin bank akan mulai proses setelah transaksi dengan pembeli,” katanya.

    Joko bersyukur peluncuran rumah murah ini sesuai dengan targetnya sebelum Ramadan. Ia mengaku ide membangun rumah murah muncul dari perdebatan DP 0 rupiah dalam pemilihan Gubernur Jakarta selama enam bulan terakhir. “Jika Jakarta masih wacana, Ketapang sudah terlaksana,” kata dia.

    BAGJA HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.