Ditutup Menguat, Ini 10 Saham Pendorong Utama di Sesi I

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,47 persen atau 26,38 poin ke level 5.679,39 di akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (12 Mei 2017).

    Sebanyak 178 saham menguat, 123 saham melemah, dan 245 saham stagnan dari 546 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama dari sektor finansial yang menguat 0,81 persen, diikuti sektor pertanian yang menguat 0,74 persen.

    Adapun, dua sektor melemah, yaitu sektor industri dasar dan properti dengan pelemahan masing-masing 0,21 persen dan 0,11 persen.

    Saham BBCA (+2,09 persen), BBRI (+0,72 persen), dan BBNI (+1,52 persen) menjadi pendorong utama terhadap penguatan sektor finansial pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Apa saja 10 emiten pendorong utama pergerakan IHSG siang ini? Berikut rinciannya:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:





























    Kode


    Perubahan


    BBCA


    +2,09 persen


    ASII


    +1,45 persen


    UNVR


    +1,29 persen


    GGRM


    +2,92 persen


    BBRI


    +0,72 persen


    Berdasarkan presentase: 





























    Kode


    Perubahan


    TAMU


    +34,76 persen


    NAGA


    +25,81 persen


    MKNT


    +24,86 persen


    BRMS


    +24,53 persen


    CSIS


    +24,44 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.