Jasa Marga Siap Lepas Saham Tol Semarang-Solo dan JORR W1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan dari atas ruas jalan Tol Semarang-Solo yang melintasi desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

    Pemandangan dari atas ruas jalan Tol Semarang-Solo yang melintasi desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana melepas sebagian sahamnya di Tol Semarang-Solo semester I ini. Tol itu dimiliki PT Trans Marga Jateng, perusahaan gabungan yang dibentuk Jasa Marga dengan badan usaha milik daerah, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah.

    "Tol Semarang-Solo mau dikurangi kepemilikannya. Sekarang kan hampir 75 persen. Mau dikurangi menjadi 60 persen atau 55 persen. Namun tetap mayoritas," kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa, 9 Mei 2017.

    Baca: Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Tiga Bisa Dilalui untuk Mudik

    Desi enggan menyebutkan target perolehan dana dari pelepasan saham perusahaan di ruas Tol Semarang-Solo tersebut. Dia pun mengatakan pelepasan saham itu masih dalam tahap finalisasi. "Sebentar lagi, hampir final. Namun targetnya semester satu ini," tuturnya.

    Selain Tol Semarang-Solo, menurut Desi, perseroan juga akan melepas saham Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road W1. Tol ini menghubungkan Pantai Indah Kapuk dan Tol Sedyatmo dengan Tol Jakarta-Tangerang dan Jakarta Outer Ring Road W2.

    Simak: Mudik, Dua Menteri Ini Tinjau Kesiapan Tol Semarang - Solo

    Desi menuturkan saham Jakarta Outer Ring Road W1 akan dilepas pada semester II mendatang. Karena minoritas, Jasa Marga akan melepas keseluruhan sahamnya di tol tersebut sebesar 19 persen. "Yang minoritas akan kami lepas. Kami konsentrasi ke yang mayoritas," ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.