Hari Bumi, Astra Tanam Pohon di Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Astra Internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

    Astra Internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Astra International (TBK) ikut meramaikan penanaman di hutan Wanagama, Gunung Kidul. Sejak 2012, jumlah pohon yang ditanam lebih dari 110 ribu pohon dan terus ditambah. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi. Hutan lindung di Gunung Kidul terus ditambahi dengn penanaman pohon. Terutama pohon-keras dan langka.

    "Kami berkomitmen melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya melalui komitmen Astra Untuk Indonesia Hijau berupa penanaman pohon di berbagai wilayah di Indonesia yang saat ini mencapai 4.444.947 pohon," kata Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk., Aloysius Budi Santoso, dalam peringatan 60 tahun Astra, Minggu, 30 April 2017.

    Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Astra telah menanam 110.000 pohon jati dan nangka di area seluas 90 hektare di Hutan Astra Wanagama pada tahun 2012. Saat ini pohon jati di Wanagama tersebut sudah memiliki diameter 5-6 centimeter Selain itu, karena diperlukan waktu panjang untuk mencapai diameter pohon dewasa maka ditanam juga pohon di Astra Forest di Babakan Madang, Sentul, Bogor.

    Baca: Kinerja, Astra Otoparts Bagikan Dividen Rp 26 per Saham

    Di lokasi itu (Sentul) area seluas 4 hektar untuk konservasi 3.925 pohon dari 23 jenis tanaman buah langka. Di wilayah Cianjur, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Hutan Mangrove Kapuk, Pantai Losari Makassar dan lainnya. Penanaman pohon bersamaan dengan Jambore Adiwiyata 2017 yang dilaksanakan di dusun Kemuning, Patuk, Gunung Kidul.

    Jambore Adiwiyata 2017 diselenggarakan di Kampung Berseri Astra Kemuning dan Hutan Wanagama, Gunungkidul. Total peserta sebanyak 250 murid dan guru dari 70 Sekolah Adiwiyata SD, SMP dan SMA dari 10 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.

    Menurut Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadi Daryanto, saat ini jumlah penduduk bumi mencapai 7 miliar. Padahal planet ini idealnya hanya cukup untuk menampung 4 miliar jumlah penduduk. Pada 2050 diperkirakan jumlah penduduk dunia mencapai 9 miliar.

    Simak: Dorong Energi Terbarukan, Ini Jawara Kompetisi Ide Gila Pertamina

    “Kita harus menjaga lingkungan agar anak-cucu kita tetap bisa menikmati apa yang disediakan oleh bumi. Ada tiga hal penting yang kita wariskan kepada anak-cucu kita, yaitu ilmu pengetahuan, budaya dan kekayaan alam," kata dia.

    Selain menanam pohon, para siswa secara bergantian mengikuti beragam zona permainan edukatif lingkungan yang disediakan. Juga menebar 6.000 benih ikan di telaga Kemuning.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.