Menteri Jonan Tinjau Lokasi Proyek Smelter PT Amman di Sumbawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Jarman (kedua kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (tengah) mengecek gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, 24 Desember 2016. ANTARA FOTO

    Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Jarman (kedua kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (tengah) mengecek gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, 24 Desember 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meninjau lokasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat pada Jumat, 28 April 2017..

    Pelabuhan Benete berlokasi di sekitar wilayah Tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.  Didampingi Dirjen Mineral dan Batubara dan Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Jonan melihat langsung lokasi smelter.

    Pemilik Amman Mineral dan Presiden Direktur Amman Mineral Rachmat Makkasau, turut mendampingi Menteri Jonan. Kunjungan ini untuk melihat perkembangan pembangunan smelter. Jonan antara lain menyaksikan sejumlah bekerja yang meratakan lahan di lokasi smelter tembaga Amman.

    Juru bicara Amman Mineral Nusa Tenggara Rubi Poernomo mengatakan, lahan yang dibutuhkan untuk smelter itu seluas 100 ha. Namun, saat ini lahan yang sedang diratakan baru seluas 43 ha.

    "Smelter targetnya beroperasi pada awal 2022 dengan kapasitas produk 2 juta ton konsentrat tembaga," uja Rubi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.