Kementan Optimis Cetak 80.000 Hektar Sawah Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani membajak sawah. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Petani membajak sawah. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian optimistis dapat mencetak 80.000 hektare sawah baru pada 2017 dengan berkaca dari hasil tahun lalu yang mendekati target.

    Pada 2016, Kementan merealisasikan cetak cawah baru seluas 129.096 hektare (ha) di 27 provinsi. Capaian itu hanya meleset 3.071 ha dari target 132.167 ha.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana mengatakan daerah sasaran cetak sawah baru masih berada di luar Jawa. Meski demikian, dia belum bersedia memerinci daerah beserta target luasan.

    “Banyak lahan hak milik yang tidak diusahakan kami yang bantuk cetak. Syaratnya mana yang paling punya potensi, ada petaninya, dan ekosistem agronya paling cocok,” tuturnya usai Rapat Dengar Pendapat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

    Tahun lalu, realisasi cetak sawah paling besar adalah di Kalimantan Barat yakni seluas 16.905 ha, diikuti Kalimantan Tengah (16.550 ha), Lampung (11.874 ha), Nusa Tenggara Barat (11.537 ha), dan Sumatra Selatan (11.475 ha).

    Proses percetakan sawah diawali dari survei investigasi dan desain (SID) terhadap lahan yang dibidik. Tahap selanjutnya adalah konstruksi fisik berupa pembukaan lahan, perataan lahan, pembuatan pematang, dan pengolahan tanah. Berbarengan dengan itu juga dibuat infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jalan usaha tani.

    Proses cetak sawah menggandeng komando teritorial TNI Angkatan Darat di berbagai daerah. Pelibatan TNI AD merupakan upaya pemerintah mendorong swasembada pangan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.