Rute Pesawat Perintis Sumenep - Surabaya Sepi Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso (kiri) dan Chief Engineering PTDI Palmana Bhanadhi, melihat kokpit pesawat N 219 di Bandung, Jawa Barat, 12 November 2015. Pesawat perintis tersebut didesain untuk mampu mendarat di landasan jarak pendek non aspal. TEMPO/Prima Mulia

    Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso (kiri) dan Chief Engineering PTDI Palmana Bhanadhi, melihat kokpit pesawat N 219 di Bandung, Jawa Barat, 12 November 2015. Pesawat perintis tersebut didesain untuk mampu mendarat di landasan jarak pendek non aspal. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COSumenep  - Jumlah pengguna jasa atau penumpang pesawat perintis di jalur Sumenep (Bandara Trunojoyo)-Surabaya (Bandara Juanda) hingga sekarang masih minim.

    "Pada tahun ini, layanan pesawat perintis memang baru dua bulan berjalan. Selama masa dua bulan itu, rata-rata jumlah penumpangnya sekitar 40 persen dari 15 kursi yang tersedia," ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo di Sumenep, Jawa Timur, Rabu 19 April 2017.

    Baca: Pesawat Perintis N219 Tes Terbang Perdana 2-3 Bulan Lagi 

    Pada tahun ini, PT Airfast Indonesia yang menjadi operator penerbangan perintis di jalur Sumenep-Surabaya mulai beroperasi sejak 21 Februari 2017. PT Airfast Indonesia mengoperasikan pesawat terbang jenis Twin Otter DHAC 300 guna melayani jalur penerbangan perintis dengan kapasitas angkut 15 penumpang.

    Pengelola Bandara Trunojoyo menargetkan jumlah penumpang pesawat perintis di jalur Sumenep-Surabaya itu sebanyak 10 orang setiap kali penerbangan.

    Baca: Tiga Maskapai Asing Buka Rute Tembus Danau Toba  

    "Hingga sekarang ternyata masih di bawah target. Padahal, layanan penerbangan pesawat perintis di jalur Sumenep-Surabaya itu sudah tiga tahun berjalan," kata Wahyu.

    Ia juga mengemukakan, jumlah penumpang pesawat perintis di jalur Sumenep-Surabaya itu terendah di banding jalur lainnya yang berpangkalan di Bandara Trunojoyo.

    Jalur penerbangan perintis lainnya yang berpangkalan di Bandara Trunojoyo adalah Surabaya-Bawean (Jawa Timur) dan Surabaya-Karimunjawa (Jawa Tengah). Jumlah penumpang pesawat perintis di jalur Surabaya-Bawean dan Surabaya-Karimunjawa, rata-rata di atas 70 persen.

    "Di jalur Sumenep-Surabaya itu memang masih ada layanan moda transportasi umum lainnya, yakni bus. Itu yang diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat penggunaan jasa pesawat perintis," kata Wahyu.

    Penerbangan perintis adalah penerbangan bersubsidi yang merupakan salah satu program Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Waktu tempuh perjalanan udara dari Sumenep ke Surabaya dan sebaliknya sekitar 40 menit.

    Sementara waktu tempuh perjalanan dari Sumenep ke Surabaya dan sebaliknya jika menggunakan jalur darat (bus) sekitar 4,5 jam. Sumenep menjadi salah satu daerah yang menjadi bagian dari jalur penerbangan pesawat perintis sejak 2015.

    Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo adalah instansi kepanjangan tangan Kemenhub yang berada di Sumenep. 

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.