Beroperasi Juni 2017, Pelindo I Diminta Promosikan Kuala Tanjung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Direktur Pengembangan Anak Perusahaan Pelindo II Riri Syerid Jetta (kiri) saat mengunjungi dermaga car terminal Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta, 26 Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Direktur Pengembangan Anak Perusahaan Pelindo II Riri Syerid Jetta (kiri) saat mengunjungi dermaga car terminal Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta, 26 Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Pelindo I mempromosikan Pelabuhan Kuala Tanjung yang dijadwalkan mulai digunakan pertengahan 2017.

    "Kuala Tanjung akan menjadi hub internasional, sehingga harus disiapkan baik-baik. Selain itu, Pelindo I juga harus mempromosikan Kuala Tanjung," katanya, usai meresmikan Pelayanan Jasa Pemanduan Selat Malaka dan Selat Singapura di Harbour Bay Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin, 10 April 2017.

    Budi mengatakan dengan persiapan yang sunguh-sungguh, maka Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan penghubung (hub) internasional yang sesungguhnya.

    "Lakukan langkah-langkah sinergis dengan pengembangan Kuala Tanjung, termasuk mitra strategis untuk meningkatkan kemampuan bidang kemaritiman. Saya yakin dengan kemampuan yang ada bisa dilaksanakan, sehingga Kuala Tanjung menjadi hub yang sebenarnya," kata Budi.

    Pengerjaan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara juga ditangani oleh konsultan ahli dari Pelabuhan Internasional di Rotterdam (Port of Rotterdam International), Belanda.

    Dipercayakannya konsultan dari Rotterdam, menurut dia, karena sangat terkenal dalam pengerjaan pembangunan pelabuhan laut di berbagai negara di dunia.

    Oleh karena itu, ia mengemukakan, diharapkan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung itu dapat selesai dengan tepat waktu, berjalan sukses, aman dan lancar.

    Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki fasilitas jembatan batang besi di dermaga laut (trestle) sepanjang 2,7 kilometer.

    Akhir 2016, Budi Karya mengemukakan bahwa status hub internasional dialihkan ke Tanjung Priok, namun akhirnya pelabuhan tersebut tetap akan menjadi hub internasional.

    Proses pembangunan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung itu relatif cepat sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 27 Januari 2015 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Pada tahap pertama, Pelabuhan Kuala Tanjung akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 kilometer, dermaga sepanjang 500 meter, lapangan kontainer berkapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14 hingga 17 mLWS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.