Risiko Pasar Meningkat, IHSG Diprediksi Rawan Koreksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    TEMPO.COJakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi tapi rawan koreksi. Analis First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan hal itu merupakan lanjutan di tengah meningkatnya risiko pasar emerging market

    Baca: Dibayangi Dolar Amerika, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

    "Koreksi di sejumlah harga komoditas dan prospek penguatan dolar Amerika menjelang pertemuan FOMC pekan datang menjadi sentimen negatif," kata David dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Maret 2017. 

    Sedangkan dari kawasan Asia, data neraca perdagangan Cina akan menjadi katalis pergerakan pasar. David berujar IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 5.370 hingga 5.420 dan cenderung koreksi. 

    Baca: Analis Prediksi IHSG Menguat Hari Ini

    Sementara itu, David menjelaskan, perdagangan saham kemarin didominasi aksi ambil untung dalam rentang konsolidasi. IHSG akhirnya tutup di level 5.402,615 atau melemah 7,202 poin atau 0,13 persen. 

    Adapun aksi beli selektif kemarin melanda saham sektor tambang batu bara, perkebunan, dan saham Telkom. Sedangkan aksi ambil untung melanda saham sektor perdagangan. 

    Pasar saat ini, kata David, digerakkan sejumlah isu individual, seperti pencapaian laba 2016 dan antisipasi menjelang musim pembagian dividen tahun buku 2016. "Dari eksternal, koreksi IHSG kemarin dipicu meningkatnya ekspektasi kenaikan FFR pada pertemuan Maret ini seiring dengan perkembangan positif ekonomi Amerika," katanya. 

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.