OJK Akan Bentuk Lembaga Keuangan Syariah Baru di Pasar Modal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali (KOMUNIKA)

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali (KOMUNIKA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah program dan kebijakan baru untuk mendorong perkembangan industri jasa keuangan syariah tahun ini. Program itu antara lain mendorong pembentukan unit atau lembaga keuangan syariah baru di pasar modal.

    “Unit baru itu bernama Pengelolaan Investasi Syariah atau Manajer Investasi Syariah,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Januari 2017. Unit itu akan terpisah dari manajer investasi konvensional dan bertugas mengelola produk-produk reksa dana syariah.

    Baca Juga: Layanan Keuangan Syariah RI Masuk 9 Besar Dunia

    Selanjutnya, Muliaman mengatakan pihaknya juga akan mendorong berdirinya Jakarta International Islamic Financial Center (JI-IFC), yang merupakan pusat bisnis dan investasi syariah dalam bentuk kawasan ekonomi khusus (KEK). “Berdirinya JI-IFC ini merupakan langkah awal untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia,” ucapnya.

    Sementara itu, untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan manajemen oleh masyarakat, OJK tahun ini akan menginisiasi program Pendampingan Inklusi Keuangan. Program ini nantinya akan melibatkan masyarakat luas, termasuk kalangan perguruan tinggi di daerah.

    Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2016 yang dilakukan OJK, tren peningkatan literasi dan inklusi keuangan sudah mulai terlihat. Adapun indeks literasi keuangan nasional meningkat dari 21,8 persen pada 2013 menjadi 29,7 persen tahun 2016. Indeks inklusi keuangan nasional juga meningkat dari 59,7 persen menjadi 67,8 persen.

    Simak: Ada Pelanggaran, Pemerintah Evaluasi Kebijakan Bebas Visa 

    Dengan berbagai inisiatif itu, Muliaman optimistis tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat akan membaik. Dengan demikian, target indeks inklusi keuangan yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 75 persen pada 2019 akan tercapai.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.