Terimbas Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengakhiri perdagangan di pasar modal pada hari ini, Senin 9 Januari 2017, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 30,65 poin atau 0,57 persen ke level 5.316,36. Indeks sebelumnya sempat dibuka menguat tipis 3,86 poin atau 0,07 persen ke level 5.350,88.

    Berdasarkan pantauan di RTO Bussiness, dari sebanyak 537 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek, sebanyak 132 saham menguat, 190 saham melemah, 88 saham stagnan, dan sisanya tidak diperdagangkan. Perdagangan pada hari ini melibatkan transaksi 14,28 miliar lembar saham, yang diperdagangkan sebanyak 275.744 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,24 triliun.

    Meski mengalami koreksi, namun asing kembali melakukan aksi beli atau nett buy di pasar reguler sebesar Rp 46,22 miliar. Meski di pasar negosiasi dan tunai mereka masih melakukan aksi jual atau nett sell sebesar Rp 15,27 miliar. Sehingga secara keseluruhan, asing masih mencatatkan nett buy yakni Rp 30,95 triliun.

    Dari sepuluh indeks sektoral yang terdaftar di Bursa Efek, hanya tiga sektor yang menguat, yakni agrikultur 1,7 persen, dan infrastruktur dan pertambangan yang kompak menguat tipis 0,1 persen. Adapun tujuh sektor lainnya melemah, dengan paling banyak tertekan sektor keuangan -1,1 persen, disusul sektor industri dasar -0,9 persen.

    Analis ekonomi dari Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan, koreksi pada hari ini terjadi karena pelaku pasar melakukan aksi ambil untung atau profit taking untuk mengamankan investasinya.

    "Kemarin melalui pernyataan tiga pejabat The Fed bahwa ada sinyal penguatan suku bunga yang lebih agresif sampai tiga kali tahun ini, sehingga tentu pelaku pasar akan lebih berhati-hati," kata Hans Kwee saat dihubungi Tempo, Senin, 9 Januari 2017.

    Selain itu pasar juga tengah menanti pidato awal dari Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada 11 Januari nanti sebelum dilantik pada 20 Januari mendatang. Karena pidato Trump tersebut akan menentukan arah investasi pelaku pasar. Di sisi lain, menurut Hans di zona pasar Global Eropa terjadi perlambatan, sehingga kurang memberi katalis positif bagi pasar.

    Hans memperkirakan, pada perdagangan esok hari indeks masih akan mengalami koreksi, dengan kisaran support 5.302-5.246 dan resisten 5.360-5.400. "Besok saya pikir masih ada korupsi dulu dalam beberapa hari ke depan, tapi memang tidak terlalu besar," ucap Hans.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.