Indonesia Harus Swasembada di Segala Bidang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membacakan teks Pancasila pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, 1 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membacakan teks Pancasila pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, 1 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia harus menuju ke arah swasembada di segala bidang terutama di sektor pangan sebagai parameter kesejahteraan negara dan rakyat.

    "Harus segera menuju ke arah swasembada di segala bidang terutama pangan. Swasembada pangan adalah parameter negara dan rakyatnya yang sejahtera," katanya dalam kunjungan ke Kota Metro, Lampung, seperti dilansir keterangan tertulis MPR, Jumat, (29 Desember 2016).

     

    Zulkifli mengatakan, swadembada pangan juga menjadi representasi pengamalan Pancasila yakni berlaku adil kepada segenap rakyat Indonesia.

     

    Dalam kunjungan kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu, Ketua MPR juga memuji profesi petani yang dikatakannya tidak bisa dipandang sebelah mata.

     

    "Profesi petani sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata.  Profesi petani sebenarnya bisa membuat sejahtera karena seperti di Jepang misalnya petani di sana sejahtera semua. Itu yang harus dibangun saat ini,” ujar Zulkifli.

     

    Untuk mewujudkan kesejahteraan petani, ia meminta kerja sama antara rakyat, pemerintah dan legislatif yang harus saling mendukung.

     

    "Saat ini yang harus dilawan adalah para pedagang tengah atau broker. Merekalah yang menghancurkan sistem harga dipasaran dan membuat petani menderita," tutur Zulkifli.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?