India Segera Investasi Bahan Baku Obat US$135 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. Dailymail.co.uk

    Ilustrasi. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu investor asal India bakal berinvestasi senilai US$135 juta untuk pembuatan bahan baku obat di Indonesia di kawasan Jawa Barat.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, satu perusahaan farmasi asal India tersebut telah mengajukan izin prinsip tahap I senilai US$35 juta, dan direncanakan akan bertambah US$100 juta di tahap selanjutnya.

    “Sudah izin prinsip, sudah ada US$35 juta, dan tahap 2 rencana tambah US$100 juta dolar,” katanya usai mengikuti ratas tindaklanjut kunker Presiden ke India dan Iran di Kantor Presiden, Kamis (22 Desember 2016).

    Thomas tidak merinci satu perusahaan yang telah mengajukan proposal tersebut.

    Dia hanya menyebut, terdapat tiga perusahaan farmasi India dalam pertemuan CEO Forum saat itu, yakni V Worldwide, Concept Pharmaceuticals dan Teva.

    Ketiganya memiliki rencana untuk bangun pabrik bahan baku di Indonesia dan telah bertemu dengan perusahaan asal Indonesia untuk berkerjasama.

    “Memang skalanya masih dalam puluhan juta dolar untuk masing-masing perusahaan. Totalnya mungkin lebih dari US$ 100 juta dolar, tapi yang penting mulai dulu,” ujarnya.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan nantinya investor India akan masuk ke sektor hulu dan tengah. Selama ini, hampir 90% bahan baku obat berasal dari Importasi India dan China.

    “Selama ini kita bahan baku active ingredient banyak, tapi secara volume relatif kecil jadi sedang dipelajari. Sudah ada yang mau bekerjasama dengan Kalbe,” katanya.

    Dalam pembukaan rapat terbatas, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk segera menindaklanjuti hasil kunjungan Kepala Negara dari India.

    Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri India Narendra Modi beberapa waktu lalu, Presiden menyebut bahwa pertemuannya tersebut berlangsung sangat produktif. Dalam pertemuan tersebut di antaranya disepakati soal peningkatan kerja sama perdagangan melalui skema diversifikasi ekspor.

    "Biasanya kita mengekspor ke sana yang paling banyak adalah batu bara dan CPO, kemarin kita sudah minta agar produk-produk yang lain juga bisa diterima oleh India. Juga yang berkaitan dengan investasi pengembangan bahan baku untuk industri obat kita," jelasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.