Krakatau Steel Anggarkan Belanja Modal US$ 200 Juta pada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekeja mengamati pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekeja mengamati pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Korporasi baja milik negara, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, menganggarkan belanja modal sebesar US$ 200 juta pada 2017 atau meningkat dibandingkan dengan perkiraan realisasi US$ 180 juta sepanjang 2016.

    Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar mengatakan belanja modal itu akan digunakan untuk sejumlah proyek yang tengah digarap oleh perusahaan, antara lain pabrik Hot Strip Mill #2, Blast Furnace, push pull picking line, dan sebagainya.

    Sumber pendanaan untuk mendanai belanja modal itu, antara lain berasal dari pinjaman perbankan. “Untuk beberapa proyek seperti HSM dan Blast Furnace, sudah dapat bank loan,” katanya seusai paparan publik, Selasa, 20 Desember 2016.

    Terkait dengan proyek Blast Furnace, manajemen emiten berkode saham KRAS itu memperkirakan proses blow in pertama kali dapat dilakukan pada kuartal I/2017 atau mundur dari rencana awal pada akhir Desember 2016.

    Mundurnya jadwal itu dianggap disebabkan oleh kompleksnya penggunaan teknologi dalam proyek tersebut. Selain itu, manajemen menyatakan terdapat kendala dalam aktivitas penyelesaian dan material.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.