Darmin Dukung Anggaran Daerah Melebihi Pemerintah Pusat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyambut positif meningkatnya anggaran transfer ke daerah dari tahun ke tahun. Bahkan, saat ini, anggaran transfer ke daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 telah melebihi anggaran yang dialokasikan untuk belanja kementerian dan lembaga.

    "Memang seharusnya makin lama transfer ke daerah makin besar dari yang dikelola pemerintah pusat. Kewenangan itu memang harus lebih besar di daerah untuk operasionalnya," ucap Darmin setelah menghadiri Konferensi Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

    Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Budiarso mengatakan anggaran transfer ke daerah serta dana desa untuk 2016 sudah melebihi anggaran belanja kementerian dan lembaga. Dalam APBNP 2016, anggaran transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp 765 triliun. Sementara itu, belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 763 triliun.

    Baca: Efek Trump Diklaim Bikin Susut Dana Masuk Indonesia 

    Namun, ujar Budiarso, penyaluran transfer ke daerah baru mencapai 86 persen atau sebesar Rp 671 triliun dari pagu anggaran dalam APBNP 2016 sebesar Rp 776 triliun. Adapun penyaluran dana desa sudah mencapai 93 persen atau Rp 43 triliun dari pagu anggaran dalam APBNP 2016 sebesar Rp 47 triliun.

    Meskipun begitu, menurut Budiarso, serapan dana transfer khusus yang terdiri atas dana alokasi khusus (DAK) fisik dan DAK nonfisik masih sangat rendah. Dari pagu sebesar Rp 211 triliun dalam APBNP 2016, dana transfer khusus yang terserap baru sebesar 46 persen atau Rp 141 triliun.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.