IFC dan GE Incar Proyek Listrik Pulau Terpencil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-71 RI oleh Kementerian Korodinator Bidang Kemaritiman di gedung BPPT, 17 Agustus 2016. ISTIMEWA

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-71 RI oleh Kementerian Korodinator Bidang Kemaritiman di gedung BPPT, 17 Agustus 2016. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pertemuannya dengan International Finance Corporation (IFC) membahas pendanaan infrastruktur. Adapun sektor yang menjadi pokok pembahasan adalah sektor pariwisata di Indonesia.

    "Mereka menyiapkan pendanaan infrastruktur pariwisata di Indonesia," kata Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Kemaritiman, Gedung BPPT I, Jakarta Pusat, Selasa 15 November 2016.

    Luhut menjelaskan proyek untuk itu banyak sekali. Pemerintah, dia melanjutkan, memang sedang berusaha meningkatkan elektrifikasi di daerah terpencil, hingga sebesar 95 persen. "Itu kan pembiayaan (nantinya) dari dia, dan dia sangat mau," tutur dia.

    Luhut menambahkan, mereka sangat berkeinginan membantu pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia. Alasannya, Indonesia merupakan tempat investasi yang sangat baik. Dia menambahkan kalau pihak IFC sangat mengapresiasi pemerintah, karena dianggap mampu mengelola investasi dengan baik.

    Baca juga:
    Netizen Kumpulkan Rp 90 Juta untuk Korban Bom Samarinda  
    Siap Nikah dengan Glenn Fredly? Aura Kasih: Ikuti Alur Saja

    Selain IFC, Luhut juga bertemu dengan perwakilan dari perusahaan General Electric. Dia menuturkan perusahaan itu akan datang dengan wind power, untuk menghasilkan listrik dan sudah menentukan di mana akan berinvestasi. "Mereka mau ada di (Kabupaten) Soppeng (Sulawesi Selatan)," ujar dia.

    Luhut mengungkapkan minat investasi di proyek-proyek itu cukup besar, sehingga dia berencana mengawinkan beberapa investor yang berminat di proyek-proyek itu.  Proyek ini masih memerlukan waktu untuk menentukan spot-spot di mana saja pembangunan dilakukan. Namun, kata Luhut, yang paling dekat memang proyek di Soppeng itu. "70 megawatt di Soppeng itu sudah ada (siap jalan)," ucapnya.

    Dia memperkirakan proyek di Soppeng, Sulawesi Selatan, itu bisa segera dimulai pengerjaannya. "Mestinya bisa (dibangun tahun depan)," kata dia.

    Adapun Country Manager International Finance Corporation (IFC) untuk Indonesia dan Malaysia, Azam Khan, menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Azam menuturkan pihaknya menyasar proyek yang sesuai program pemerintah seperti proyek kelistrikan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.