IHSG Ditutup Mengalami Penurunan 116,23 poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Grup Band Nidji Giring Ganesha dan Istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    Vokalis Grup Band Nidji Giring Ganesha dan Istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 14 November 2016 ditutup melanjutkan penurunan sebesar 116,23 poin seiring dengan aksi jual investor asing.

    IHSG BEI ditutup melemah 116,23 poin atau 2,22 persen menjadi 5.115,73. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 23,39 poin (2,66 persen) menjadi 858,91.

    "IHSG kembali mengalami tekanan dengan diiringi aksi jual saham oleh investor asing," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Senin, 14 November 2016.

    Menurut dia, depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS dan penurunan harga minyak mentah dunia masih menjadi faktor utama kekhawatiran investor asing sejak akhir beberapa hari terakhir ini.

    Berdasarkan data BEI, pelaku pasar asing membukukan jual bersih atau foreign net sell sebesar Rp1,965 triliun pada awal pekan ini (Senin, 14 November 2016).

    Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan IHSG juga dipicu oleh terpilihnya Donald Trump sebagai presiden negara adidaya itu. Pelaku pasar khawatir terpilihnya Donald Trump akan menyebabkan ketidakpastian pasar ke depannya.

    Namun secara teknikal, lanjut dia, IHSG yang telah mengalami tekanan cukup dalam memberikan harapan peluang pembalikan arah ke area positif dalam jangka pendek. Sejumlah indikator telah mencapai area jenuh jual.

    "Diperkirakan IHSG berpeluang menguat kembali pada perdagangan selanjutnya (Selasa, 15 November 2016) di kisaran 5.040-5.230 poin," katanya.

    Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa saat saham-saham mengalami koreksi maka investor dapat memanfaatkan kondisi itu untuk melakukan akumulasi pembelian.

    "Fundamental ekonomi Indonesia yang berada dalam tahap stabil, akan menopang IHSG," katanya.

    Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 413.231 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,350 miliar lembar saham senilai Rp11,149 triliun.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 308,87 poin (1,37 persen) ke level 22.222,22, indeks Nikkei naik 297,83 poin (1,71 persen) ke level 17.672,62, dan Straits Times melemah 27,33 poin (0,97 persen) posisi 2.787,27.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.