IHSG Tertekan, BEI Tegaskan Tak Akan Intervensi Pasar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan intervensi pasar meskipun kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini terus tertekan. "Bursa sebisa mungkin tidak akan intervensi pasar, karena dampak long term akan jelek," ucap Tito seusai konferensi pers di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta, Senin, 14 November 2016.

    Tito berujar, hingga kini, BEI memilih menunggu dan mencermati perkembangan kondisi pasar dalam beberapa hari ke depan. "Otoritas akan diam dulu, karena melihatnya jangan satu-dua hari. Kita lihat siklus empat-lima hari."

    Menurut Tito, BEI juga belum akan menerbitkan atau mengubah aturan dan kebijakan yang ada. Di tengah kondisi saat ini, BEI terus berkoordinasi dengan regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kalangan perbankan.

    BacaVihara di Singkawang Dilempar Bom Molotov

    Tito menuturkan anjloknya IHSG beberapa hari terakhir diprediksi hanya sementara. Emiten atau perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI saat ini dalam kondisi fundamental yang kuat. Perekonomian domestik juga berangsur pulih.

    Tito membantah bahwa kondisi saat ini disamakan dengan krisis pada 1998 atau 2008. "Jauh sekali ya, waktu itu riil sekarang masih persepsi. Dan tahun 1998, perusahaan rugi semua. Ini kan masih untung banyak."

    Adapun penyebab merosotnya IHSG saat ini lebih karena ketidakpastian global yang ditimbulkan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump. Sejumlah kebijakan-kebijakan ekonomi Trump yang masih penuh ketidakpastian, ujar Tito, menimbulkan dampak psikologis terhadap pasar.

    SimakPresiden Joko Widodo Akan Sosialisasi Tax Amnesty Lagi

    Tito menjelaskan, dalam situasi sekarang, pihaknya berfokus untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga stabilitas sistem perdagangan di pasar modal. "Kami akan memperketat pengawasan pada broker agar tidak short selling, lalu menjaga Modal Kerja Bersih Disetor (MKBD) sesuai dengan ketentuan."

    IHSG sore ini ditutup merosot 2,22 persen atau 116,232 poin ke posisi 5.115,739 setelah bergerak negatif sepanjang hari ini. IHSG hari ini dibuka melemah 53,945 poin atau 1,03 persen ke level 5.178,026. Kemudian pada perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup anjlok 137,713 poin atau 2,63 persen ke posisi 5.094,258.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.