Pertamina Terima Kargo Elpiji 44.000 Metrik Ton dari Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Morteza Nikoubazl

    REUTERS/Morteza Nikoubazl

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) hari ini menerima kargo perdana elpiji sebesar 44 ribu metrik ton dari Iran, yang diangkut dengan kapal Pertamina Gas 2, di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, Jatim.

    Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, kargo tersebut menjadikan Iran sebagai pemasok baru elpiji untuk Indonesia.

    Dwi menyambut langsung kedatangan kapal Pertamina Gas 2 jenis very large gas carrier (VLGC) di Pelabuhan Kalbut, Situbondo.

    "Kedatangan kapal Pertamina Gas 2, yang membawa kargo elpiji ini menandai babak baru kerja sama Pertamina-National Iranian Oil Company (NIOC) sekaligus menjadi pintu pembuka bagi kerja sama perdagangan Indonesia-Iran yang lebih signifikan," kata Dwi dalam rilis di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2016 .

    Menurut  Dwi, pasokan elpiji diawali melalui nota kesepahaman antarnegara (G to G) Indonesia-Iran pada 24 Februari 2016 antara Dirjen Migas (Indonesia) dan dilanjutkan kunjungan Menteri ESDM ke Iran bersamaan dengan kesepakatanhead of agreement (HOA) antara Pertamina dan NIOC pada 30 Mei 2016.

    Dalam HOA tersebut, disepakati pembelian elpiji dari NIOC periode 2016 dan 2017 dengan total volume 600 ribu metrik ton.

    Dwi mengatakan, pembelian elpiji dari NIOC melalui transaksi langsung tersebut memberikan manfaat kepada Pertamina yang selalu menargetkan pasokan dengan term dan harga yang kompetitif.

    Setelah kargo perdana, pasokan berikutnya dari NIOC akan tiba pada akhir minggu ketiga November 2016.

    Selain elpiji, Pertamina-NIOC telah menandatangani nota kesepahaman untuk melaksanakan preliminary study terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab Teymour dan Mansouri (Bangestan-Asmari), yang diperkirakan memiliki cadangan minyak lebih dari lima miliar barel pada Agustut 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.