Proyek Bandara Miangas Talaud Telan Rp275 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengawas proyek berkeliling di sekitar proyek pembangunan bandara di kawasan Lebak Banten, 2 Oktober 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Pengawas proyek berkeliling di sekitar proyek pembangunan bandara di kawasan Lebak Banten, 2 Oktober 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengungkapkan pembangunan Bandara Miangas Talaud yang menghabiskan dana sebesar Rp275 miliar bakal diresmikan Presiden Joko Widodo pekan ini.

    Bandara yang dibangun sejak 2012 tersebut berada di pulau terluar sebelah utara Indonesia, dan berbatasan langsung dengan Filipina. Bandara itu juga merupakan salah satu dari 15 bandara yang bakal dibangun pemerintah tahun ini.

    Direktur Bandar Udara Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul mengatakan bandara tersebut nantinya akan digunakan sebagai bandara pengumpan untuk penerbangan domestik.

    “Miangas juga disiapkan sebagai pintu gerbang distribusi pangan dan barang, terutama ketika cuaca perairan sekitar pulau sedang dilanda angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga membuat keselamatan pelayaran tidak terjamin,” katanya di Jakarta, Senin (10 Oktober 2016).

    Selain itu, Miangas juga memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah mengawasi wilayah perbatasan. Pasalnya, sebagai pulau terluar, Pulau Miangas cukup rawan terjadi tindak kriminalitas antara lain seperti penyelundupan.

    Meski begitu, Yudhi berharap keberadaan bandara baru tersebut mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setempat, baik dari sektor perkebunan, perikanan maupun pariwisata.

    “Miangas mempunyai produk-produk potensial dari bidang perkebunan dan perikanan. Tak hanya itu, Miangas juga mempunyai banyak pantai berpasir putih yang sangat indah, dan dapat menjadi daya tarik wisata,” tuturnya.

    Seperti diketahui, total anggaran untuk pembangunan Miangas sejak 2012 mencapai Rp275 miliar, yang terdiri dari dana investasi reguler sebesar Rp200 miliar, dan anggaran APBN senilai Rp75 miliar.

    Saat ini, Miangas memiliki gedung terminal seluas 356 meter persegi, landas pacu sepanjang 1.400x30 meter, taxiway sepanjang 100x18 meter dan tempat parkir pesawat (apron) seluas 130x65 meter.

    Sementara itu, tingkat kekerasan (pavement classification number/PCN) untuk landas pacu, taxiway dan apron mencapai angka 21. Dengan kata lain, Miangas mampu melayani operasional pesawat baling-baling seperti ATR-42 dan ATR-72.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kemenhub akan terus mengembangkan Miangas kedepannya. Rencananya, investasi untuk perbaikan Miangas akan ditambah sebanyak Rp100 miliar.

    “Miangas itu pulau terluar, penting untuk kita perhatikan, dan jaga teritorialnya. Makanya kami mengadakan penerbangan perintis kesana. Untuk investasinya, kami akan tambah dana investasi sekitar Rp100 miliar,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?