Blackberry Resmi Berhenti Produksi Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Eksekutif BlackBerry John Chen, menunjukan ponsel baru Blackberry Passport saat peluncurannya di Toronto, 25 September 2014. REUTERS/Aaron Harris

    Pimpinan Eksekutif BlackBerry John Chen, menunjukan ponsel baru Blackberry Passport saat peluncurannya di Toronto, 25 September 2014. REUTERS/Aaron Harris

    TEMPO.CO, Waterloo - Produsen telepon pintar BlackBerry mengumumkan tidak akan memproduksi perangkat kerasnya lagi. Pengumuman itu sekaligus menandai akhir dari era keemasannya yang pernah berjaya di pertengahan tahun 2000-an.

    Perusahaan yang pernah menjadi pembuat ponsel pintar paling canggih di dunia tersebut mengatakan akan berhenti memproduksi ponsel sendiri dan akan membiarkan perusahaan mitra yang melakukannya.

    "Perusahaan berencana untuk mengakhiri semua pengembangan hardware internal dan akan mengalihkannya ke mitra," kata CEO Balckberry, John Chen dalam sebuah pernyataannya pada Rabu, 28 September 2016.

    Chen mengatakan dengan berhenti memproduksi ponsel Blackberry akan membantu perusahaan menghemat modal. Akan ada perusahaan lain yang mendesain dan mengembangkan perangkat kerasnya. BlackBerry akan berfokus pada perangkat lunak.

    BlackBerry pernah menjadi fenomena yang  memudahkan orang untuk berkomunikasi dan mengirim email. Mereka juga membuka jalan ke dalam kehidupan pribadi banyak orang, dengan mengahadirkan BlackBerry Messenger yang menjadi bagian sentral dari komunikasi masyarakat dunia di pertengahan 2000-an.

    Tapi kini semuanya hilang dengan kemunculan ponsel yang lebih canggih seperti yang diproduksi Samsung dan Apple.

    Penjualan Blacberry secara bertahap meredup, meskipun beberapa upaya untuk mengejar ketinggalan terus dilakukan. BlackBerry berusaha comeback pada 2013 dengan peluncuran BlackBerry 10 layar sentuh. Namun, penjualan yang buruk mendorong perusahaan menghentikan produksi di akhir tahun itu.

    Selanjutnya Blackberry akan bergabung dengan Nokia sebagai merek yang pernah menjadi ikon dan sekarang tinggal kenangan.
    INDEPENDENT|YON DEMA
    Baca:
    Tablet Samsung Terbakar di Kabin Delta Airlines
    Tim Penyidik: Rudal BUK Rusia Hantam MH17, 298 Orang Tewas

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.