Jaga Pertumbuhan, Jokowi: PNBP Harus Digenjot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Juni 2016. Penghapusan ribuan perda tersebut karena menghindari polemik sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi baik makro maupun mikro. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Juni 2016. Penghapusan ribuan perda tersebut karena menghindari polemik sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi baik makro maupun mikro. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan harus ada upaya menjaga sumber pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Salah satunya mengoptimalkan penerimaan negara di luar perpajakan, terutama karena situasi global belum pulih. 

    “Kami harus fokus memperbaiki kondisi dalam negeri," kata Jokowi di kantor Presiden sesudah rapat terbatas mengenai perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 dan RAPBN 2017, Jumat, 16 September 2016. 

    Sejumlah hal yang menjadi perhatian utama, menurut Jokowi, adalah bagaimana pemerintah mendongkrak sektor penerimaan negara, menghemat belanja, dan pembiayaan proyek infrastruktur bisa dilakukan oleh pihak swasta.

    Selain terus memperbaiki iklim usaha dan menarik investasi sebanyak-banyaknya, Presiden ingin sektor penerimaan negara di luar perpajakan dioptimalkan. "Maksimalkan potensi PNBP (penerimaan negara bukan pajak), termasuk tunggakan-tunggakan yang ada yang belum dibayar," tuturnya.

    Upaya meningkatkan penerimaan negara harus dibarengi belanja yang produktif. Di hadapan para menteri, Jokowi menegaskan lagi bahwa belanja APBN difokuskan pada infrastruktur, pengurangan angka kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja.

    Ihwal penundaan dana bagi hasil dan dana alokasi umum, secara khusus Presiden meminta Menteri Keuangan bekerja sama dengan Menteri Dalam Negeri. Jokowi meminta keduanya mengintensifkan komunikasi dengan kepala daerah. Ia berharap kepala daerah dapat memahami dan mengelola situasi perubahan ini dengan baik.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.