Ciputra Optimistis Propertinya Laris di Kota Baru Maja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perumahan. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi perumahan. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Ciputra Resicence Budiarsa Sastrawinata optimistis pada semenster kedua  penjualan properti akan menunjukan hal yang positif.  “Suasananya sudah terasa, sentimen pasar sudah terasa, tinggal tunggu realisasinya saja,” kata dia, pada Jumat, 9 September 2016.

    Ciputra Residence sedang melakukan pembangunan besar-besaran kota Maja yang terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kawasan ini nantinya akan mendukung ketersediaan hunian untuk pasar menengah di kawasan Barat Jakarta. “Maja akan jadi kota sendiri, Maja salah satu kota dari 10 kota yang akan dikembangkan secara terpadu,” ujarnya.

    Budiarsa menjelaskan, ketersediaan hunian untuk rumah dengan harga terjangkau masih ada. “Kami  masih bisa menyediakan unit rumah yang terjangkau harganya. Respon masyarakat sangat positif, kami  mengeluarkan produk yang tepat di waktu yang tepat,” ucapnya.

    Budiarsa mengatakan rentang harga rumah yang akan dijual seharga Rp 130 juta hingga Rp 400 juta.  Pihaknya akan menyesuaikan dengan pasar dimana dalam satu area bisa dibagi menjadi beberapa segmen perumahan.

    Dalam perkembangannya, hingga saat ini proyek Maja sudah terbangun 2.000 unit rumah dan sudah terjual 7.500 unit. “Pembangunan ini sangat masif untuk 13 cluster, serah terima kepada pembeli akan dilaksanakan Januari 2017."

    Menurut Budiarsa, proyek infrastruktur akan dibangun secara efisien dan dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan menengah untuk mendapatkan hunian yang nyaman yang berlokasi di barat Jakarta.

    Direktur Utama PT Putra Asih Laksana Benny Tjokrosaputro mengklaim proyek ini merupakan dukungan kepada program pemerintah untuk memecah kepadatan di Jakarta. “Kami punya target daerah Maja dapat menampung 1,5 juta orang,” ujarnya.

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).