Angkasa Pura I Menarget Tambahan Dua Apron di Bandara Lombok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Airbus A320 AirAsia mendarat di Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, (12/10). AirAsia membuka rute penerbangan baru Kuala Lumpur-Lombok (PP) dengan jadwal 3 kali seminggu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Pesawat Airbus A320 AirAsia mendarat di Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, (12/10). AirAsia membuka rute penerbangan baru Kuala Lumpur-Lombok (PP) dengan jadwal 3 kali seminggu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Demi menambah kapasitas layanan, Bandara Lombok akan memiliki tambahan apron. PT Angkasa Pura I menargetkan penambahan dua apron di Bandara Internasional Lombok rampung pada 2017.

    General Manager Bandara Internasional Lombok PT Angkasa Pura I Gusti Ngurah Ardita saat ditemui di Mataram, Rabu, 24 Agustus 2016, mengatakan penambahan dua apron tersebut untuk menambah kapasitas, terutama untuk pesawat berbadan lebar (widebody) sekelas Boeing 777 atau Airbus 330.

    "Penambahan apron ini kita tujukan untuk pesawat berbadan besar," katanya.

    Dia menyebutkan pembangunan dua apron tersebut mencapai Rp78 miliar dengan skema tahun jamak atau multiyears atau tahun jamak 2016-2017.

    Dengan penambahan dua apron, dia mengatakan kapasitas akan bertambah dari 10 apron pesawat berbadan sedang (narrow body) menjadi 12, dua apron untuk berbadan lebar.

    "Kita balik skemanya, saya akan dahulukan pembangunan apron, baru setelah itu runway (landasan pacu), karena frekuensi penerbangan di bandara ini tidak terlalu padat," tuturnya.

    Landasan pacu di Bandara Internasional Lombok saat ini sepanjang 2.750 x 45 meter persegi.

    Untuk sisi darat, Ardita mengatakan pihaknya akan merevitalisasi lantai 3 untuk ruang tunggu serta memperluas area penjemputan.

    Kapasitas terminal sendiri bisa menampung tiga juta penumpang per tahun, sementara itu luas area terminal 1.600 persegi dan luas keseluruhan bandara 551 hektare.

    "Nanti kita juga akan pertimbangkan apakah akan dipisah terminal internasional dan terminal domestik," ujarnya.

    Dia mengatakan maskapai yang melayani rute domestik, antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Citilink, Sky Aviation, Trans Nusa Aviation, Indonesia Air Transport (tidak berjadwal), dan Travira Air (tidak berjadwal). Rute internasional dilayani oleh Silk Air dan AirAsia.
    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.