Harga Bawang Mulai Turun, Mentan Segera Potong Rantai Pasok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang bawang merah. AP/Tatan Syuflana

    Pedagang bawang merah. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga bawang merah yang sempat melonjak di sejumlah pasar di Jakarta dan Tangerang mulai bergerak turun. Di Pasar Induk Kramat Jati, misalnya, harganya sudah Rp 24 ribu per kilogram dan di Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, sebesar Rp 25 ribu per kilogram. Padahal pekan lalu kisaran harga Rp 35-37 ribu per kilogram.

    "Ya, harga bawang merah sudah turun," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Selasa, 23 Agustus 2016. Di tingkat petani, harga bawang merah hanya Rp 14-16 ribu.

    Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya mengatakan, kenaikan harga lebih disebabkan oleh persoalan rantai pasok. Karena itu, kata Mentan, harus dibangun konsep untuk memotong rantai pasokan. "Akan kita kembangkan bersama," ujar Amran.

    Amran menjelaskan, dari sisi produksi bagi para petani dan kelompok tani, pihaknya memberikan akses langsung ke pasar. Dengan pemotongan mata rantai pasok tersebut, petani dapat mendapatkan untung yang cukup dan terus berproduksi. "Nanti, jika rantai pasok dipotong dan petani untung serta pengusaha untung, semua konsumen tersenyum," ujar Amran.

    Sementara itu, harga cabai merah di Provinsi Kepulauan Riau pekan lalu sempat bertahan di harga Rp 45 ribu per kilogram. Seorang pedagang di Pasar Dabo Singkep, Yakop, mengatakan harga cabai keriting bahkan sudah mencapai Rp 53 ribu dan cabai rawit Rp 40 ribu. "Harga sayur-mayur dari Jambi relatif tinggi, belum dapat turun karena persediaan terbatas, distribusi juga tidak lancar," ujarnya.

    Yakop menambahkan, harga bawang putih mencapai Rp 34 ribu, bawang merah asal India Rp 12 ribu, wortel Rp 16 ribu, dan tomat Rp 12 ribu. "Kami tidak sanggup jual bawang asal Jawa, karena harganya lebih dari Rp 40 ribu," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.