Dubes Ingin Kerja Sama Ekonomi Cile-Indonesia Segera Rampung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat container di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 27 Agustus 2015. Tujuh langkah pembenahan itu diharapkan mampu mengurangi waktu bongkar muat menjadi 2-2,5 hari. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat container di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 27 Agustus 2015. Tujuh langkah pembenahan itu diharapkan mampu mengurangi waktu bongkar muat menjadi 2-2,5 hari. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perundingan Indonesia Chile Comprehensive Economic Partnership diharapkan dapat segera rampung melihat potensi produk nasional di mata pengusaha negara di Amerika Selatan itu.

    Duta Besar Republik Indonesia di Chile, Philemon Arobaya, mengatakan negosiasi Indonesia Chile Comprehensive Economic Partnership (IC-CEPA) telah dimulai sejak 2014. Namun, hingga kini proses tersebut belum kunjung rampung. "Kami berharap dapat segera diselesaikan," ujar Philemon dalam siaran persnya, Senin (25 Juli 2016).

    Philemon menilai adanya kunjungan mantan Presiden Eduardo Frei ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada April 2016 menjadi pertanda baik bagi kelanjutan negosiasi IC-CEPA.

    Apalagi, produk Indonesia pun masih diminati kalangan pengusaha Chile. Pasalnya, sebut Philemon, pada promosi Trade Expo Indonesia (TEI) di Santiago, Chile, tercatat ada 11 calon buyers dari 8 perusahaan asal negara tersebut yang bakal menghadiri pameran ini.

    Sementara itu, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago Andi Sugiono berharap para pelaku ekspor yang produknya diminati calon buyers untuk segera menggelar komunikasi bisnis agar tercipta transaksi dagang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.