Ekspor Tinggi, Menteri Saleh Dorong Industri Alas Kaki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu di industri rumahan daerah Ciomas, Bogor, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Menurut Kholik sang pemilik, omzet pabrik sepatu di tempatnya tahun ini menurun hingga 50 persen karena sepinya pemesan. Produk industri rumahan semakin sulit bersaing dengan sepatu impor dari cina karena harganya jauh lebih murah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu di industri rumahan daerah Ciomas, Bogor, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Menurut Kholik sang pemilik, omzet pabrik sepatu di tempatnya tahun ini menurun hingga 50 persen karena sepinya pemesan. Produk industri rumahan semakin sulit bersaing dengan sepatu impor dari cina karena harganya jauh lebih murah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin berjanji pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri alas kaki. Apalagi dengan adanya peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja massal di sektor tersebut.

    Pemerintah telah menetapkan industri alas kaki sebagai industri prioritas. "Kami mengapresiasi pelaku industri alas kaki yang terus berekspansi usaha sehingga membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi pada penyebaran industri ke daerah," kata Saleh dalam keterangan pers, Jumat, 22 Juli 2016. Ia baru saja berkunjung ke pabrik sepatu olahraga PT KMK Global Sports di Kawasan Industri Cikupa Mas, Tangerang, Banten, sehari sebelumnya. 

    Saleh berjanji akan mengusulkan pelarangan ekspor kulit mentah dan memfasilitasi pendirian Raw Material Center alas kaki di Jawa Timur. Selain itu, dia berjanji memberi fasilitas pembiayaan ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan mengusulkan insentif energi bagi industri yang berorientasi ekspor.

    Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kementerian Perindustrian Muhdori menambahkan, promosi industri alas kaki customized secara eksklusif akan dilakukan di forum resmi nasional dan internasional. Demikian pula pengembangan branding shoes nasional.

    Selain itu, Muhdori berujar, pemerintah akan berupaya mengendalikan impor dan pengamanan pasar dalam negeri dalam rangka pengembangan industri alas kaki. "Melalui kebijakan non-tarif, seperti penerapan SNI Wajib, P3DN, dan pengaturan tata niaga untuk impor produk barang tertentu," tuturnya.

    PT KMK telah memproduksi beberapa merek sepatu, seperti Nike, Converse, dan Hunter. Pabrik ini menghasilkan 15,6 juta pasang sepatu per tahun. Sedangkan realisasi produksi sandal olahraga hampir mencapai 2 juta pasang per tahun.

    Sekitar 98 persen produk PT KMK diekspor ke Amerika Serikat, Amerika Selatan, Eropa, Jepang, Cina, Taiwan, Australia, dan Kanada. Sisanya, sebanyak 2 persen, diserap oleh pasar domestik. Pada 2016, total penjualan produk alas kaki PT KMK diproyeksikan mencapai Rp 2,47 triliun.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.