Terminal 3 Ultimate, Garuda: Kalau Kemenhub Go, Kami Jalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menyelesaikan pengerjaan interior Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Cengkareng, Tangerang, 16 JUni 2016. Terminal 3 Ultimate dibangun guna untuk melayani penerbangan maskapai Garuda Indonesia tujuan domestik. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menyelesaikan pengerjaan interior Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Cengkareng, Tangerang, 16 JUni 2016. Terminal 3 Ultimate dibangun guna untuk melayani penerbangan maskapai Garuda Indonesia tujuan domestik. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakakan pihaknya siap menggunakan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. "Kalau Kemenhub sudah go, kami jalan," katanya di Kuningan, Jakarta, Rabu, 6 Juli 2016.

    Arief berharap usai lebaran Terminal 3 diverifikasi ulang oleh Kementerian Perhubungan dan dapat beroperasi sepenuhnya pada 17 Agustus 2016 . Jika Kemenhub menyatakan syarat keamanan, keselamatan, dan pelayanan terpenuhi, Terminal 3 dapat beroperasi.

    Menurut Arief, Garuda berencana memakai tujuh pintu. "Tapi kalau belum kami mulai dari rute Joglosemar ditambah Sumatra dan Kalimantan," katanya.

    Pengoperasian Terminal 3 masih ditunda oleh Kemenhub. Alasannya, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hemi Pamuraharjo, karena belum memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan di bidang keselamatan yang belum terpenuhi di antaranya ketersediaan marka apron dan pemeliharaan konstruksi.

    Dari sisi keamanan penerbangan, masih ada dokumen program keamanan bandara dan penempatan fasilitas keamanan yang belum sesuai. Sebab, ada perubahan layout tempat pemeriksaan keamanan.

    Terminal juga masih kekurangan 44 personel keamanan penerbangan, dari total standar sebanyak 412 orang. Akses kontrol menuju dan di daerah keamanan terbatas juga masih belum memenuhi persyaratan. Peralatan akses tidak sesuai penggunaannya dan celah yang ada belum ditutup sehingga dapat disusupi.

    Syarat lainnya yang belum terpenuhi, menurut Hemi, adalah kelayakan operasi peralatan keamanan penerbangan. Peralatan pemantau keamanan belum terpasang sesuai target. Baru 160 CCTV dari kebutuhan 200 CCTV. Reposisi penempatan fasilitas keamanan sesuai dengan standar juga belum dilakukan.

    Di bidang pelayanan, kata dia, beberapa fasilitas belum selesai dikerjakan. Fasilitas untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang belum siap, termasuk area curb side dan boarding lounge. Fasilitas check in dan self check in belum peroperasi. Pelayanan bagasi belum optimal. Selain itu, sign age masih belum lengkap dan belum memadai.

    Suhu di terminal pun belum terpasang di ukuran standar yaitu 26.8 derajat celcius. “Suhunya masih 29 derajat celcius,” kata Hemi. Begitu pula pencahayaan bangunan yang masih di bawah standar 200 lux. Toilet pun menurut dia belum siap digunakan.

    Hemi mengatakan fasilitas yang memberi nilai tambah di terminal juga masih belum siap. Fasillitas belanja, restoran, ATM, dan lounge eksekutif masih belum tersedia.

    Dari sisi lingkungan, Hemi mengatakan Terminal 3 juga belum siap. “Belum ada pengelolaan sampah dan limbah, termasuk SOP,” katanya. Hemi mengatakan pihaknya tidak akan menguji coba ulang terminal hingga persiapan angkutan lebaran usai.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.