Cina Akan Biayai 9 Proyek Infrastruktur Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa pipa gas untuk proyek infrastruktur energi di gudang penyimpanan Pertamina Gas (Pertagas) di Medan, Sumatera Utara, 24 Juni 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pekerja memeriksa pipa gas untuk proyek infrastruktur energi di gudang penyimpanan Pertamina Gas (Pertagas) di Medan, Sumatera Utara, 24 Juni 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Cina akan membiayai beberapa proyek infrastruktur yang tengah digarap pemerintah. 

    Menurut Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Perekonomian Rizal Affandi Lukman, terdapat sembilan proyek yang akan didanai oleh Cina.

    "Ada macam-macam dan tersebar di seluruh Tanah Air. Total bantuan dari Cina untuk ASEAN itu US$ 10 miliar. Kemungkinan Indonesia bisa mendapat US$ 4 miliar," kata Rizal seusai The 2nd Meeting of High Level Economic Dialogue Indonesia-China di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, 9 Mei 2016.

    Namun, menurut Rizal, Cina belum memutuskan besaran dana yang akan dipinjamkan ke Indonesia dalam bentuk Preferential Buyer's Credit itu. "Tergantung kesiapan dari proyek-proyek itu sendiri," ujar Rizal. Sebagian besar proyek infrastruktur tersebut merupakan pembangunan dam.

    Baca Juga: Pemerintah Sepakat Perpanjang dan Naikkan Kerja Sama dengan Bank Cina

    Menurut data dari Kementerian Koordinator Perekonomian, proyek infrastruktur yang berupa dam adalah konstruksi dam multipurpose Pelosika, konstruksi dam Jenelata, konstruksi dam Rokan Hilir/Lompatan Harimau, konstruksi dam multipurpose Jambo Aye, dan konstruksi dam Bonehulu.

    Sementara itu, proyek infrastruktur lain yang akan didanai oleh Cina adalah pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan tahap I, pembangunan terowongan Balinka-Matur-Ngarai Sianok, pengadaan bahan untuk konstruksi dan rehabilitasi jembatan, serta procurement of track material and turnout fase III dan IV.

    Pemerintah Cina, menurut Rizal, juga akan memberi dana hibah sekitar 30 juta yuan untuk mematangkan proyek-proyek infrastruktur milik Indonesia. "Ini belum ditandatangani tapi akan ditandatangani dalam waktu dekat. Masih ada proses administrasi yang perlu dilakukan," katanya.

    Simak: Neraca Perdagangan RI-Cina Defisit, Pemerintah Cari Solusi

    Rizal menambahkan, pemerintah tak menutup kemungkinan mengenai bertambahnya proyek infrastruktur yang akan dibantu oleh Cina. "Kemungkinan akan bertambah sejalan dengan bertambahnya kesiapan proyek-proyek yang dikerjasamakan. Kami ingin proyek yang ditawarkan sudah matang, dan kalau itu dipilih oleh investor, proyek dapat segera dilaksanakan." 

    Hari ini, pemerintah menggelar The 2nd Meeting of High Level Economic Dialogue Indonesia-China di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pemerintah Indonesia diwakili Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Sementara itu, pemerintah Cina diwakili oleh Dewan Negara Cina Yang Jiechi.

    Darmin meyakini pertemuan itu akan menghasilkan peluang kerja sama di berbagai sektor ekonomi. Pertemuan ini penting untuk merumuskan rencana kerja sama ekonomi bilateral dan mempererat hubungan strategis dalam bidang perdagangan, industri, dan pertanian.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.