Kenapa Stabilitas Inflasi Rendah Perlu Dipertahankan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat berdiskusi di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, 11 November 2015. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat berdiskusi di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, 11 November 2015. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada 13 klaster terbaik yang dinilai sukses mendukung program pengendalian inflasi. Penghargaan diberikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo dalam acara Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi Bank Indonesia, Senin, 25 April 2016.

    Menurut Agus, negara yang berdaya saing adalah negara yang bisa mempertahankan stabilitas inflasinya agar tetap rendah. "Negara kalau punya nilai inflasi yang tinggi tidak punya daya saing," ujar Agus dalam sambutannya.

    Kesuksesan klaster tersebut dinilai berdasarkan beberapa kriteria seperti modal sosial yang kuat, kelembagaan, kepemimpinan, serta kemitraan dan networking. Klaster adalah salah satu pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir dengan mengelompokkan kegiatan yang saling berhubungan antara lain industri pendukung, jasa penunjang, infrastruktur, serta dukungan stakeholder.

    Apresiasi Kinerja Program Pengendali Inflasi Bank Indonesia bertujuan untuk mendorong, menginspirasi, dan mempercepat replikasi program pengembangan komoditas penyumbang inflasi dengan pendekatan klaster.

    Berikut ini para penerima penghargaan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi :

    Pemenang Utama: Klaster Padi Organik binaan Pemda Kabupaten Ngawi, mitra binaan KPw BI Kediri

    Subsektor tanaman pangan:

    Pemenang 1: Klaster Padi Organik (binaan Pemda Kabupaten Ngawi mitra binaan KPw BI Kediri
    Pemenang 2: Klaster Padi (binaan KPw BI Provinsi Kalimantan Barat)Pemenang 3: Klaster Padi (binaan Pemda Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara)

    Subsektor hortikultura:

    Pemenang 1: Klaster Sayuran (binaan KPw BI Provinsi Jawa Barat)
    Pemenang 2: Klaster Cabai Merah (binaan KPw BI Provinsi DI Yogyakarta)Pemenang 3: Klaster Cabai Merah (binaan KPw BI Tasikmalaya)

    Subsektor peternakan/perikanan:

    Inovatif:

    1. Klaster Perikanan binaan KPw BI Sibolga : Gender inspiration
    2. Klaster Udang binaan KPw BI Tegal : Technology transformation inspiration
    3. Klaster Sapi binaan KPw BI Provinsi Nusa Tenggara Timur:Behaviour change inspiration.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?