Microsoft: Data Menjadi Mata Uang dalam Ekonomi Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MICROSOFT INDONESIA

    MICROSOFT INDONESIA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mempertahankan kelangsungan bisnis bukanlah hal mudah di masa ketidakpastian ekonomi. Untuk mampu bertahan perusahaan harus bisa menciptakan strategi usaha yang tepat agar bisnis tetap berjalan lancar.

    "Strategi digital, khususnya pemanfaatan data, merupakan kunci utama menghadapi ketidakpastian ekonomi," kata Aries Triwahyudi, Cloud and Enterprise Business Group Head Microsoft Indonesia, di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu 20 April 2016. Ia mengatakan saat ini data merupakan mata uang dalam ekonomi baru.

    Mata uang yang dimaksud adalah data menjadi sumber informasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Data juga merupakan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian aksi atau pengambilan keputusan strategi bisnis.

    Data yang ada bisa dimanfaatkan untuk memprediksi masa depan dan pasar. Dari data tersebut perusahaan bisa menciptakan sumber pendapatan baru dengan potensi besar.

    Dengan memanfaatkan data, perusahaan bisa menerima lima manfaat utama transformasi bisnis ke sistem digital. Kelima manfaat itu yaitu, kemampuan mengambil keputusan secara real time atau langsung tanpa batasan waktu dan jarak, kelangsungan bisnis yang lebih baik, terjadinya efisiensi operasional, visibilitas performa manajemen, dan perbaikan proses.

    Kelima manfaat tersebut bahkan diakui oleh PT Saptaindra Sejati. Kepala Divisi Informasi dan Teknologi, Hermanto, mengatakan saat ini perusahaannya telah menerapkan strategi digital.

    Dengan memanfaatkan data dalam strategi digital, Hermanto mengatakan perusahaannya mampu melakukan efisiensi dalam berbagai hal. Salah satu contohnya adalah alat kerja berupa unit alat berat yang digunakan di lokasi tambang. "Dengan data yang ada, kami bisa menemukan pemborosan yang terjadi pada alat. Memperbaikinya atau menjual unit agar pekerjaan tetap berjalan efisien."

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.