Kejar Pengemplang Pajak, Begini Tip PPATK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Santoso, Wakil ketua PPATK.  TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Agus Santoso, Wakil ketua PPATK. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso mengatakan sudah memantau indikasi pengemplang pajak di luar negeri sejak tahun 2012. Namun ia menyatakan tak mudah untuk bisa menindak para buron tersebut.

    "Penegakan hukum susah, harus ada mutual assistance," ujar Agus di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa, 12 April 2016. Ia juga mengungkapkan, hingga kini tidak jelas siapa yang lebih berwenang untuk melanjutkan hasil temuan PPATK, apakah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kejaksaan.

    Agus mengatakan pemerintah setidaknya sudah membentuk berbagai tim khusus untuk melacak uang Indonesia di luar. Salah satunya dengan satgas buron. Satgas tersebut, ucap dia, dibentuk khusus mengejar buron negara yang terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang besar semacam BLBI.

    Selain itu, khusus kasus perpajakan, PPATK memiliki satgas khusus pajak dan terintegrasi dengan tim di Ditjen Pajak. "Memang benar, modus umumnya itu berhubungan dengan perusahaan," kata Agus.

    Meskipun tak membeberkan nama siapa saja yang terlibat di Panama Papers, Agus mengatakan akan mencocokkan data miliknya dengan dokumen Panama. "Mulai dari LKHPN, nama istri dan anak akan sangat penting untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

    ANDI IBNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!