Hari Ini, PT Inka Kirim 150 Gerbong Kereta ke Bangladesh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang petugas mengawasi rangkaian KRL i9000 baru produksi PT. INKA-Bombardier di lintasan KRL stasiun Manggarai, (7/9). ANTARA/Paramayuda/pd/12

    Dua orang petugas mengawasi rangkaian KRL i9000 baru produksi PT. INKA-Bombardier di lintasan KRL stasiun Manggarai, (7/9). ANTARA/Paramayuda/pd/12

    TEMPO.COJakarta - PT Industri Kereta Api (Inka) mulai mengirim 150 gerbong kereta api penumpang pesanan Bangladesh Railway ke Bangladesh hari ini, Kamis, 31 Maret 2016.

    Pada tahap pertama, 15 gerbong kereta dikirim melalui Dermaga Jamrud Utara di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dalam acara yang dipimpin Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. 

    Semua gerbong kereta pesanan Bangladesh Railway ditargetkan sampai ke Bangladesh paling lambat pada akhir 2016.

    "Ekspor gerbong kereta api sangat membanggakan dan ke depan diharapkan terus berlangsung, bahkan ekspor ke negara-negara lain," katanya.

    "PT Inka mampu membuktikan bahwa Indonesia bisa mengekspor gerbong kereta api serta menunjukkan bahwa memang sekarang dibutuhkan ekspor produk ataupun destinasi ekspor baru," ucapnya.

    Direktur Utama PT Inka R. Agus H. Purnomo menjelaskan, ekspor 150 gerbong kereta penumpang itu bernilai US$ 72,3 juta.

    "Realisasi ekspor gerbong kereta ini membuktikan bahwa produksi dari PT Inka telah diakui di tingkat internasional dan berhasil menembus pasar ekspor dunia," tuturnya.

    Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi; Gubernur Jawa Timur Soekarwo; serta sejumlah anggota direksi badan usaha milik negara hadir dalam acara pelepasan ekspor gerbong kereta itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.