Gerhana Bulan Penumbra Bisa Disaksikan Rabu Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerhana bulan

    Gerhana bulan "blood moon" terlihat di kawasan pemukiman di Pantai Solana, California, 27 September 2015. Munculnya bulan purnama dan gerhana bulan secara bersamaan terakhir terjadi pada 1982, dan akan kembali terulang pada 2033. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.COJakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mencatat, pada Rabu malam, 23 Maret 2016, akan terjadi gerhana bulan penumbra di Indonesia.

    "Gerhana bulan penumbra ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia, tepat dua minggu setelah gerhana matahari total," ujar prakirawan BMKG Juanda, Taufik Hermawan, di Surabaya, Senin, 21 Maret 2016.

    Gerhana bulan penumbra terjadi saat bulan terbit di ufuk timur dan terjadi mulai pukul 16.36, kemudian mencapai puncaknya pukul 18.47, dan berakhir pukul 20.57 WIB. "Masyarakat bisa menyaksikan gerhana bulan penumbra jika diamati secara detail dan cuaca benar-benar cerah," ucapnya.

    Ia menjelaskan, gerhana bulan penumbra terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semua sampai ke bulan. Pada tahun ini, dia melanjutkan, terjadi tiga kali gerhana bulan penumbra, yaitu pada 23 Maret, 18 Agustus, serta 17 September.

    Sebelumnya, di Indonesia terjadi gerhana matahari total pada Rabu pagi, 9 Maret 2016, yang bisa disaksikan di sejumlah daerah di Tanah Air. Sedangkan di Surabaya terjadi gerhana matahari sebagian, yakni mencapai 83,08 persen, yang tepat dimulai pukul 06.21, kemudian mencapai puncaknya pada 07.25, dan berakhir pada 08.39 WIB.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.