PLN Bangun 58 Gardu Listrik di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja di Gardu Induk PLN Rejoso mengamati pekerjaan penggantian pemutus tenaga dari sebuah jendela di Pasuruan (29/5). Gardu ini menyalurkan listrik ke pulau Jawa - Bali. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang pekerja di Gardu Induk PLN Rejoso mengamati pekerjaan penggantian pemutus tenaga dari sebuah jendela di Pasuruan (29/5). Gardu ini menyalurkan listrik ke pulau Jawa - Bali. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir untuk meningkatkan kualitas pelayanan listrik bagi masyarakat. Ada 58 gardu yang akan dibangun di lahan DKI Jakarta. Untuk membangun semua gardu ini, PLN akan menghabiskan anggaran Rp 30-40 triliun dalam lima tahun ke depan. Semua gardu tersebut tersebar di beberapa titik di seluruh Jakarta.

    Dari total gardu tersebut, 10 unit merupakan milik pemerintah DKI. Sedangkan sisanya milik PLN dan masyarakat. Adapun gardu pertama akan dibuat di dekat Semanggi barat. "Targetnya, dua tahun selesai," kata Sofyan.

    "Kami optimistis kerja sama yang dibangun ini adalah respons kedua belah pihak demi meningkatkan infrastruktur kelistrikan di Ibu Kota," ujarnya di Balai Kota, Selasa, 15 Maret 2016.

    Menurut Sofyan, DKI Jakarta memerlukan infrastruktur tambahan yang besar, salah satunya gardu induk dengan jaringan transmisi yang sangat luas dan panjang. Jadi pemerintah DKI memberikan fasilitas agar gardu tersebut bisa dilewati di lahan Jakarta. "Kami sudah bekerja sama untuk membangun gardu ini," ucapnya.

    Sofyan menjelaskan, pengadaan infrastruktur ini sangat diperlukan mengingat posisi gardu-gardu di Jakarta dan jaringannya sudah melebihi kapasitas sekitar 80 persen. Hal itu diprediksi bisa menyebabkan pemadaman bergilir pada tahun mendatang.

    Hal inilah yang membuat pemerintah DKI segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik. Belum lagi kebutuhan listrik akan sangat tinggi untuk mendukung proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) Jakarta.

    "Kalau kebetulan ada lahan DKI, saya kasih saja cepat. Hitungan bayarnya ada. Bangun negara jangan parsial, kita ini sama-sama. Ini yang kami mau MOU," kata Ahok—sapaan akrab Basuki.

    LARISSA HUDA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.