Meski Didemo, Menkominfo dan Menhub Enggan Bahas Go-Jek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gojek. ANTARA/Abriawan Abhe

    Ilustrasi Gojek. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara enggan berkomentar secara detail mengenai layanan Go-Jek dan Grab Bike. Pasalnya, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang menjadi permasalahan dalam aksi demo yang dilakukan Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) hanyalah Grab Car dan Uber saja.

    "Yang disampaikan ke saya Grab Car sama Uber, kita fokus ke situ dulu," kata Rudiantara di kantornya, Senin, 14 Maret 2016. Namun, soal Go-Jek, menurut Rudiantara, pemerintah perlu melihat dari berbagai sudut pandang. Sudah menjadi tugas pemerintah dalam mencari solusi atas suatu permasalahan.

    Rudi berujar, selain dari sisi peraturan, pemerintah juga akan mendengarkan berbagai pihak. "Nanti kita cari jalan tengahnya, kita cari solusinya untuk kepentingan semua pihak."

    Segendang sepenarian, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga masih enggan berkomentar mengenai Go-Jek dan Grab Bike. Pasalnya kendaraan roda dua memang belum tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Beda ini, baca dulu undang-undangnya," ucapnya.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.