Terkait Nyepi 387 Penerbangan Rute Bali Tak Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Pecalang berjaga-jaga di jalan utama menuju Bandara Internasional Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1937 di Desa Adat Tuban, Bali, 21 Maret 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang Pecalang berjaga-jaga di jalan utama menuju Bandara Internasional Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1937 di Desa Adat Tuban, Bali, 21 Maret 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 387 penerbangan tidak akan beroperasi selama Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai ditutup pada hari raya Nyepi yang jatuh pada 9 Maret 2016 mendatang.

    Subakir, PTS General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, mengatakan dari total jumlah tersebut terdiri dari 229 penerbangan domestik dan 158 penerbangan internasional.

    “Untuk penerbangan domestik terdiri dari Garuda Indonesia sebanyak 80 penerbangan, Lion Air sebanyak 55 penerbangan, Wings Air 31 penerbangan, AirAsia Indonesia 25 penerbangan, Citilink 23 penerbangan, Nam Air 6 penerbangan, Sriwijaya 6 penerbangan, dan AirAsia Extra ada 3 penerbangan,” paparnya, Senin (7 Maret 2016).

    Sedangkan untuk penerbangan internasional, lanjutnya, diantaranya seperti Garuda Indonesia sebanyak 24 penerbangan, Jetstar Australia sebanyak 18 penerbangan, AirAsia Indonesia 22 penerbangan, dan lain sebagainya.

    “Penerbangan domestik diantaranya menuju Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk internasional diantaranya dengan tujuan ke Singapura, Kuala Lumpur, Sydney, Bangkok, Perth, dan lain sebagainya,” terangnya.

    Dia menambahkan, berdasarkan rapat dengan para instansi terkait, untuk batas waktu penerbangan terakhir yang datang yaitu pada 9 Maret 2016 pukul 01.30 Wita dan pesawat pertama yang berangkat pada 10 Maret 2016 mendatang adalah pukul 08.00 Wita.

    “Rencana penerbangan pertama yang akan berangkat dari Bali setelah bandara dibuka pada 10 Maret 2016 pukul 06.01 Wita adalah Lion Air dengan nomor penerbangan JT 035 dengan tujuan Jakarta, dan untuk penerbangan internasional adalah Jetstar Australia dengan nomor penerbangan JQ 117 tujuan ke Perth,” cetusnya.

    Jika nanti saat Nyepi terjadi technical landing, lanjutnya, para awak pesawat dan penumpang akan dikondisikan untuk tetap berada di dalam wilayah bandara.

    "Walaupun tidak melayani penerbangan, kami tetap open untuk menjadi alternate airport bagi airline-airline yang membutuhkan pendaratan darurat. Namun kami sudah memberitahukan kepada pihak terkait jika ada pendaratan darurat dialihkan ke bandara lain selain I Gusti Ngurah Rai," jelasnya.

    Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai tidak akan melayani penerbangan baik domestik maupun internasional pada hari raya Nyepi pada 9 Maret 2016 mendatang. Penghentian seluruh pelayanan di bandara ini akan berlangsung selama 24 jam yang dimulai pukul 06.00 Wita pada 9 Maret 2016 hingga 10 Maret 2016 pukul 06.00 Wita.

    PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai bekerjasama dengan AirNav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan Notice to Airmen (Notamn) no. A0087/16 yang berisi tentang informasi pengumuman penutupan bandara.

    “Notamn tersebut telah dipublikasikan oleh AirNav sejak 15 Januari 2016 lalu untuk memastikan para pelaku penerbangan dapat mengatur penerbangannya dari dan ke Bali selama Nyepi,” ujarnya.

    Tutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai saat hari raya Nyepi, lanjutnya, sudah berlangsung selama 16 tahun sejak 2000 dengan mengacu pada Surat Dirjen Perhubungan Udara no. AU/2696/DAU/1796/99 01 September 1999 lalu.

    Senada dengan hal tersebut, melalui Surat Edaran no. 003.2/17735/DPIK tanggal 28 Oktober 2015, Gubernur Bali juga menginstruksikan agar meniadakan proses keberangkatan awal dan tujuan akhir di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.