Jokowi Diminta Tak Angkat Sihol Sebagai Komisaris BUMN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno memberi salam kepada wartawan seusai memberikan keterangan terkait masalah Pertamina dengan PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Menteri BUMN Rini Soemarno memberi salam kepada wartawan seusai memberikan keterangan terkait masalah Pertamina dengan PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden, Syafti Hidayat, menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. "Kami menolak bekas koruptor menjadi komisaris BUMN," kata Syafti saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Februari 2016.

    Bekas koruptor yang dimaksud Syafti adalah Sihol P. Manulang. Pada 2007, pengadilan sudah menjatuhkan vonis 4 tahun kepada Sihol dalam perkara korupsi pengadaan kotak suara Pemilu 2004. 

    Dalam surat terbuka tersebut, tertulis bahwa Syafti menolak dengan tegas rencana pengangkatan Sihol menjadi komisaris BUMN atau Pelindo. "Karena akan merusak program Nawacita dan Trisakti, yang salah satu poinnya adalah pemberantasan korupsi," kata Syafti. "Karena tidak mungkin membersihkan lantai dengan sapu kotor."

    Sejauh ini belum diperoleh tanggapan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Rini Soemarno terkait dengan rencana pengangkatan Sihol tersebut.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.