2015, Divisi Perkebunan Grub Ini Bukukan 1,45 Juta Ton CPO

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pekerja PT. Perkebunan Nusantara XIII menyortir kelapa sawit yang baru dipanen di Lorong Pinang, Paser, Kaltim (28/9). Pengolahan kelapa sawit ini mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 60 ton per-jam. TEMPO/Ayu Ambong

    Dua pekerja PT. Perkebunan Nusantara XIII menyortir kelapa sawit yang baru dipanen di Lorong Pinang, Paser, Kaltim (28/9). Pengolahan kelapa sawit ini mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 60 ton per-jam. TEMPO/Ayu Ambong

    TEMPO.CO, Jakarta - Divisi perkebunan Grup Salim membukukan penjualan minyak sawit sebanyak 1,45 juta ton sepanjang 2015.

    Total penjualan tersebut berasal dari PT Salim Invomas Pratama Tbk. (SIMP) sebanyak 982.000 ton dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) sebanyak 471.827 ton.

    Berdasarkan keterangan resmi perseroan, sepanjang 2015, panen tandan buah segar dari kebun inti SIMP naik 5% menjadi 3,41 juta ton dan TBS dari pihak ketiga naik 15% menjadi 1,28 jut ton.  "Kenaikan panen TBS seiring peningkatan produksi," ujar manajemen SIMP dalam keterangan resmi, Jumat (26 Februari 2016).

    Seiring dengan peningkatan panen TBS, produksi minyak sawit (crude palm oil/CPO) SIMP menembus 1 juta ton atau naik 5% dibandingkan capaian 2014 sebanyak 956.000 ton.

    Dari jumlah produksi itu, volume penjualan CPO Salim Invomas Pratama mencapai 982.000 ton. Sementara itu, produksi TBS inti PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) sepanjang 2015 mencapai 1,39 juta ton.

    "Pertumbuhan TBS inti disebabkan oleh perbaikan yield dari 17,5 ton per ha pada 2014 menjadi 17,8 ton per ha pada 2015," ujar perseroan.

    Pada saat yang sama, produksi CPO Lonsum tumbuh 7,4% menjadi 475.708 ton. Peningkatan produksi seiring dengan peningkatan TBS yang diproses yakni sebanyak 2 juta ton dan tingkat ekstraksi CPO 22,9% pada 2015.

    Berdasarkan produksi tersebut, total penjualan CPO Lonsum naik 5,1% dari 449.021 ton menjadi 471.827 ton. Sepanjang tahun lalu, LSIP meraup penjualan produk sawit sebesar Rp3,78 triliun atau melorot 11,4%.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.