Cina Investasikan US$30 Miliar Bangun Kota Wisata di Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berolahraga pagi di dermaga Anambas Resort, Pulau  Tarempa, Kepulauan Riau. Kepulauan Anambas mempunyai tempat wisata pantai yang idah dengan pasir putih yang panjang, air terjun Temburun yang unik. Diarmila Sutedja

    Wisatawan berolahraga pagi di dermaga Anambas Resort, Pulau Tarempa, Kepulauan Riau. Kepulauan Anambas mempunyai tempat wisata pantai yang idah dengan pasir putih yang panjang, air terjun Temburun yang unik. Diarmila Sutedja

    TEMPO.CO, Jakarta - Investor Cina PT Sun Resort tengah membangun kota wisata di kawasan Batu Licin, Kepulauan Riau seluas 1.200 hektar dengan total investasi US$30 miliar.

    General Manager PT Sun Resort Wahyudi menjelaskan pada proyek tahun jamak selama 15 tahun hingga 20 tahun ini akan dibangun fasilitas terpadu sepeti kawasan residensial, pendidikan, perdagangan dan industri.

    Saat ini perusahaan tengah membangun fasilitas wholesales yang akan menjadi pusat perdagangan internasional produk-produk Cina pada lahan seluas 7 hektar.

    "Investasi yang sudah dikeluarkan untuk pembebasan lahan higga konstruksi fasilitas wholesales ini Rp 800 miliar," katanya pada media gathering PT Angkasa Pura II di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepri, Jumat, 26 Februari 2016.

    Salah satu pemrakarsa kota wisata ini adalah pengusaha kelahiran Batu Licin Sanny Sukardi yang sukses mengembangkan bisnis di Singapura dan Cina.

    Menurut Wahyudi, fasilitas wholesales diharapkan selesai pada pertengahan tahun ini. Pembangunannya akan diperluas sesuai dengan permintaan pasar.

    Rencananya, kota satelit itu akan dibagi menjadi tiga kawasan yaitu kawasan industri seluas 400 hektar, residensial 400 hektare dan fasilitas pendukung 400 hektar. "Jadi kota ini memiliki fasilitas lengkap mulai dari kawasan residensial, pusat perdagangan dan pusat bisnis yang dilengkapi dengan pusat finansial," ujarnya.

    PT Sun Resort kemarin mendatangani nota kesepahaman dengan maskapai Sriwijaya Air untuk membidik segmen pebisnis dan turis dari Cina.

    Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo menjelaskan pada tahap awal pola kerjasama dengan Sun Resort adalah membuka penerbangan carter. Penerbangan langsung dari tiga kota di China ke Tanjung Pinang itu akan ditingkatkan menjadi penerbangan reguler setelah jumlah penumpangnya meningkat.

    Rencananya, Sriwijaya Air menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan frekuensi pada tahap awal 3 kali seminggu.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.