10 Peluang Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers sebelum dibukanya Bali Clean Energy Forum 2016 di Nusa Dua, Bali, 11 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers sebelum dibukanya Bali Clean Energy Forum 2016 di Nusa Dua, Bali, 11 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pencabutan sanksi terhadap Iran, Indonesia menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin. Pada pertemuan Selasa, 23 Februari 2016,  terdapat 10 peluang yang bisa dijajaki.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan, pertemuan dalam hal kerja sama dengan Iran bukanlah kali pertama. Pertemuan sudah beberapa kali dilakukan.

    Peluang kerja sama, katanya, selain impor minyak mentah, kondensat dan liquefied petroleum gas (LPG), proyek pembangunan pabrik pupuk di Iran yang tertunda bisa diperdalam. "Pertemuan di Bogor, kemarin, sesi migas. Ada 10 peluang," ujarnya di sela acara Seminar Nasional Pelaksanaan Permen 37/2015 di Jakarta, Rabu, 24 Februari 2016.

    Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan kunjungan ke Iran. Untuk nilai investasinya pihaknya menyebut masih harus dikaji karena menanti adanya rencana bisnis (business plan) terlebih dahulu.

    Sementara itu, pertemuan dengan Arab juga membawa optimisme terhadap partisipasi Arab terhadap beberapa proyek seperti kilang Cilacap dan Tuban. Pihaknya berharap agar kontrak bisa ditandatangani dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan bisa segera signing contract," katanya. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!